Share

Sempat Viral, Kepala SMAN 3 Kota Bekasi Bantah Ada Dugaan Pungli di Sekolahnya

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Kamis 17 November 2022 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 624 2709217 sempat-viral-kepala-sman-3-kota-bekasi-bantah-ada-dugaan-pungli-di-sekolahnya-eRvJ0LAdtu.jpg SMAN 3 Kota Bekasi/Jonathan Simanjuntak

BEKASI - Kepala SMAN 3 Kota Bekasi Reni Yosefa membanta adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di sekolahnya.

Menurutnya, dugaan pungli yang menjadi viral di media sosial dan disoroti publik itu adalah dana sumbangan.

Reni menjelaskan terkait video viral yang beredar itu, agenda yang dilakukan ialah pertemuan antara Komite Sekolah dengan orangtua murid.

Di sanalah pembahasan terkait program sekolah dilakukan, termasuk di dalamnya membahas anggaran dan sumbangan.

“Yang dilakukan oleh sekolah kemarin adalah sekolah menyusun program-program kerja supaya prestasi yang ada bisa kita pertahankan dan bisa kita pertingkatkan dan menyusun anggaran, kami sampaikan ke orang tua, lalu komite menyusun anggaran kemudian munculah disitulah angka,” ucap Reni kepada wartawan, Rabu (16/11/2022).

Angka atau biaya yang muncul, jelas Reni, tidak serta merta disamaratakan untuk semua orang tua. Menurutnya, biaya yang muncul merupakan ancer-ancer dana kebutuhan yang dibutuhan dari pihak sekolah sehingga orang tua murid mendapat bayangan biaya yang akan disumbangkan.

“Jadi angka itu muncul supaya orang tua tahu berapa sih anggaran sekolah yang dibutuhkan lalu orangtua akan berpikir berapa saya bisa menyumbang,” tuturnya.

Reni membantah angka itu menjadi kewajiban bagi orangtua siswa untuk dibayarkan. Pasalnya, angka yang ada itu diklaimnya sebagai dana sumbangan.

“Nah kemudian apakah itu iuaran? Bukan, sekali lagi dijelaskan disini adalah sumbangan dari orangtua siswa yang menitipkan anaknya sekolah disini, harus ikhlas, yang kedua sesuai dengan kemampuan dari para orangtua, yang ketiga tidak ada paksaan dan kewajiban,” tegas dia.

Oleh karenanya dia pun membantah adanya dugaan pungli yang dilakukan di sekolahnya. Dia pun memastikan tidak ada dampak apapun yang terjadi apabila orangtua siswa tidak memberikan sumbangan.

“Tidak ada (dampak) cuman harus ada komunikasi aja, misalnya nih orang tua udah minta keringanan, komunikasi aja kalau gak ada komunikasi kan kita ga tahu,” pungkasnya.

Kabar adanya dugaan pungutan liar (pungli) di dunia Pendidikan terjadi di SMAN 3 Kota Bekasi. Menyusul kejadian ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun meminta dugaan pungli ini ditelusuri.

Kabar dugaan pungli pertama kali ramai di media sosial lewat sebuah cuitan. Pengguna media sosial dengan @__istiara menuliskan pertanyaan kepada akun resmi Disdik Jawa Barat terkait pungutan yang dilakukan oleh SMAN 3 Kota Bekasi sebesar Rp4.750.000.

Menyusul hal itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun buka suara. Dia memastikan bahwa tidak ada pungutan yang ditetapkan di dunia pendidikan secara khusus di wilayah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Tidak boleh ada pungutan apapun. Di sekolah negeri baik SMA/SMK/SLB yang menjadi kewenangan Provinsi,” ucap Ridwan Kamil pada akun Instagram-nya saat merespons kabar tersebut.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini