Share

Mahasiswa FH UNS Borong Dua Juara dalam Diponegoro Law Fair 2022

Tim Okezone, Okezone · Senin 14 November 2022 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 65 2707216 mahasiswa-fh-uns-borong-dua-juara-dalam-diponegoro-law-fair-2022-MZnaOssuIi.jpg Mahasiswa FH UNS borong dua juara dalam Diponegoro Law Fair 2022/Istimewa

SOLO - Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengukir prestasi di tingkat nasional.

Baru saja, dua tim dari FH UNS meraih predikat juara 2 dan artikel terbaik dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Diponegoro Law Fair 2022.

Tim yang beranggotakan Dina Rahmasari, Rio Dwi Prasetiya, dan Salma Amelinda Iskandar meraih juara 2, sementara tim yang digawangi Reza Ilham Maulana, Jelita Kristi Agape, dan Shafa Quratul Aini meraih predikat artikel terbaik.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh UKM Kelompok Riset dan Debat FH Universitas Diponegoro (Undip) pada 28-30 Oktober 2022 secara luring.

Sebelumnya, seluruh tim mengikuti tahap penyisihan yang berlangsung sejak Juli hingga September 2022.

Kemudian, lima finalis yang lolos, diundang untuk mengikuti tahap final.

Follow Berita Okezone di Google News

Rio Dwi Prasetiya dan timnya mengusung gagasan mengenai model pengaturan carbon tax berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

“Jadi, kami mengangkat ide tentang pajak karbon yang dapat dijalankan sebagai penggerak roda perekonomian Indonesia yang sekaligus berdampak positif bagi lingkungan. Pajak karbon ini nantinya akan dijalankan berbasis SDGs sesuai dengan poin 8 dan poin 13 sehingga dapat menciptakan keberlangsungan yang berlanjut dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” jelas Rio, Senin (14/11/2022).

Lebih lanjut, mahasiswa semester tiga tersebut menjelaskan bahwa gagasan tersebut dilatarbelakangi dari meningkatnya emisi karbon.

Hal tersebut juga yang membawa pada komitmen Indonesia untuk menekan angka emisi karbon melalui kebijakan pajak karbon, salah satunya tertuang dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) sebagai instrumen ekonomi lingkungan hidup.

Namun, dalam praktiknya terdapat suatu dilema dan ketidakkonsistenan dalam penerapannya.

Rio dan tim mengaku senang saat diumumkan meraih predikat juara dalam kompetisi tersebut.

“Awalnya agak ragu-ragu karena saingannya dari UI, Unpad, dan UGM. Terlebih, mereka lebih berpengalaman dalam perlombaan-perlombaan. Tapi, Alhamdulillah kami bisa meraih juara 2,” ungkapnya.

Melalui torehan prestasi ini, Ia berharap dapat terus berkarya dan membanggakan nama fakultas dan universitas serta ide-ide yang ditulis dapat diimplementasikan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini