Share

Delegasi KDFH UNS Juarai Kompetisi Debat Hukum Nasional Parahyangan Legal Competition 5.0

Natalia Bulan, Okezone · Jum'at 28 Oktober 2022 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 28 65 2696440 delegasi-kdfh-uns-juarai-kompetisi-debat-hukum-nasional-parahyangan-legal-competition-5-0-ABakubucCo.jpeg Delegasi KDFH UNS juara Kompetisi Debat Hukum Nasional/Dok. UNS

SOLO - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Baru saja, delegasi dari tim Komunitas Debat Fakultas Hukum (KDFH) UNS meraih Juara 1 Kompetisi Debat Hukum Nasional Parahyangan Legal Competition 5.0.

Mereka adalah Yohanes Christian Kamengyeti, Dewi Suci Ramadhani, dan Dewi Rinjani.

Kompetisi debat tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) pada 15-16 Oktober 2022. Terdapat 16 tim dari berbagai universitas di Indonesia yang mengikuti kompetisi tersebut.

Yohanes menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terdiri atas tahap penyisihan, perdelapan final, semi final, dan final.

Dalam tahap final, Yohanes dan timnya berhadapan dengan delegasi dari Universitas Indonesia (UI).

Follow Berita Okezone di Google News

“Saat final, kami melawan tim dari UI. Mosi yang diperdebatkan adalah penetapan kawasan hutan lindung untuk pembangunan ketahanan pangan (food estate) dan kami menjadi tim pro. Puji Tuhan, 4 dari 7 juri memberikan penilaian yang begitu baik kepada kami sehingga dapat memenangkan babak final tersebut,” jelasnya, Jumat (28/10/2022).

Mahasiswa semester tiga tersebut mengaku sangat senang dan bersyukur dapat meraih juara dalam kompetisi debat tingkat nasional tersebut.

“Sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah menyertai, memberkati, dan memimpin saya bersama dengan delegasi selama proses pemberkasan sampai tahap perlombaan. Terlebih, kompetisi debat luring menjadi menantang karena harus bertatap muka secara langsung dengan juri, audiens, dan tim lawan sehingga membutuhkan keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk dapat berdebat dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Yohanes berharap agar melalui ajang debat seperti ini dapat menyadarkan sekaligus membuka mata mahasiswa bahwa perdebatan bukan hanya sebuah pertandingan mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah.

Akan tetapi, bagaimana cara melihat masing-masing tim membawa solusi dan jalan keluar yang solutif dengan argumen yang baik dalam menangani sebuah permasalahan yang terjadi di Indonesia.

“Melalui kompetisi debat juga dapat meningkatkan serta mengasah pemahaman dan pengetahuan kita mengenai mosi yang akan dibahas sehingga kita akan melihat bahwa begitu kompleks dan rumitnya permasalahan yang terjadi di masyarakat,” pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini