Share

Kemenag Buka Beasiwa Pelatihan Koding untuk Ribuan Siswa dan Guru Madrasah

Widya Michella, MNC Media · Rabu 09 November 2022 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 624 2703953 kemenag-buka-beasiwa-pelatihan-koding-untuk-ribuan-siswa-dan-guru-madrasah-GjZ9B8fpkZ.jpg Ilustrasi/Freepik

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) RI bekerja sama dengan platform pendidikan teknologi, Skilvul akan memberikan beasiswa pelatihan koding bagi 1.250 guru dan 4.000 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Menurut Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, M Isom Yusqi mengatakan transformasi digital menjadi salah satu program prioritas Menag Yaqut Cholil Qoumas, harus disiapkan sampai level madrasah.

Selain pendidikan agama, madrasah dituntut mampu memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan siswa sesuai perkembangan zamannya.

"Sebagai upaya meningkatkan kompetensi serta literasi digital, Kemenag gandeng Skilvul untuk beri pelatihan gratis kepada guru dan siswa madrasah,"kata Isom dikutip dalam laman resmi Kemenag, Rabu (9/11/2022).

Isom mengatakan ilmu koding juga dapat menjadi salah satu ruang pengembangan guru dan siswa yang mempunyai minat dan bakat di bidang teknologi informasi. Selain itu juga dapat meningkatkan keterampilan digital dalam menjawab kebutuhan industri saat ini.

"Bagi guru, koding juga diharapkan bisa meningkatkan inovasi dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran,"tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk tahap pertama, ribuan siswa dan guru itu akan diberikan Basic Web Development Course secara intensif selama 1 bulan. Kemudian selama pelatihan, para peserta akan dibimbing oleh mentor dan akan mendapatkan sertifikasi pelatihan.

Pendaftaran program #MadrasahBisaNgoding dibuka mulai 10 November sampai 31 Desember 2022. Sedang proses pelatihannya akan berlangsung dari 6 - 20 Januari 2023. Untuk info pendaftaran selengkapnya, sila klik Daftar Madrasah Bisa Ngoding.

"Melalui program #MadrasahBisaNgoding ini, diharapkan para siswa-siswi dan guru Madrasah bisa menciptakan sebuah solusi digital untuk mengatasi permasalahan yang ada di sekitarnya; terutama di lingkungan Madrasah sendiri," ujar dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini