Share

Sejarah Penemu Barisan dan Deret, Ditemukan oleh Matematikawan Italia

Insan Kamil Rizqilillah, Okezone · Minggu 06 November 2022 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 06 624 2701953 sejarah-penemu-barisan-dan-deret-ditemukan-oleh-matematikawan-italia-g5giNVgkMO.jpg Fibonacci/Wikipedia

JAKARTA - Leonardo da Pisa atau Leonardo Pisano (1175-1250), yang akrab disapa Fibonacci, merupakan seorang matematikawan asal Italia yang dikenal sebagai penemu bilangan Fibonacci dan perannya dalam mengenalkan sistem penulisan dan perhitungan bilangan Arab ke dunia Eropa (algorisma).

Oleh karena itu, Leonardo merupakan orang yang memperkenalkan deret.

Ayahnya bernama William atau biasa dikenal dengan Bonacci.

Maka dari itu, Leonardo memiliki sebuah julukan Fibonacci yang berasal dari kata Filius Bonacci yang artinya anak dari Bonacci.

William memimpin sebuah pos perdagangan dan beberapa catatan menyebutkan bahwa ia adalah perwakilan dagang untuk Pisa di Bugia, Afrika Utara yang sekarang bernama Bejaia, Aljazair.

Sebagai anak muda, Fibonacci berkelana ke sana untuk menolong sang ayah, dan di sanalah ia belajar tentang sistem bilangan Arab.

Follow Berita Okezone di Google News

Ketika melihat sistem bilangan Arab yang lebih sederhana dan efisien dibandingkan bilangan Romawi, Fibonacci kemudian berkelana ke penjuru daerah Mediterania untuk belajar kepada matematikawan asal Arab yang terkenal pada masanya, dan baru pulang kembali sekitar tahun 1200-an.

Ketika di usia 27, ia menuliskan apa yang telah dipelajari dalam buku Liber Abaci, atau buku perhitungan.

Buku ini berisikan kepraktisan sistem bilangan Arab dengan cara menerapkannya ke dalam pembukuan dagang, konversi berbagai ukuran dan berat, perhitungan bunga, pertukaran uang dan berbagai aplikasi lainnya.

Kemudian, buku ini disambut dengan baik oleh kaum terpelajar Eropa dan mampu menghasilkan dampak yang penting kepada pemikiran Eropa, walaupun penggunaannya baru menyebar luas setelah ditemukannya percetakan sekitar tiga abad berikutnya.

Di dalam Liber Abaci tersebut, Leonardo menjelaskan dengan perumpamaan kelinci. Umpamanya seekor kelinci jantan dan seekor kelinci betina.

Setelah satu bulan, mereka dewasa dan menghasilkan anak dengan kelinci jantan dan betina yang lain.

Setelah sebulan kemudian, kelinci-kelinci tersebut berkembang biak. Setelah satu tahun berapa banyak kelinci yang akan dimilikinya?

Kemudian, rumus yang digunakan mampu menjawab pertanyaan tersebut, sehingga itulah kenapa disebut dengan deret Fibonacci.

Buku Liber Abaci menjadi yang pertama kali memperkenalkan urutan bilangan ini ke dunia Barat.

Deret Fibonacci saat ini, berkaitan erat dengan rasio emas, bilangan phi, sampai bilangan irasional.

Selain itu, Leonardo juga pernah menjadi tamu Kaisar Frederick II, yang juga gemar sains dan matematika.

Pada tahun 1240 Republik Pisa memberi penghormatan kepada Leonardo dengan memberikannya gaji.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini