Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tentang Buku Perempuan di Titik Nol, Kisah Perjuangan Seorang Perempuan Perjuangkan Haknya

Fauzan Nugraha , Jurnalis-Rabu, 26 Oktober 2022 |14:46 WIB
Tentang Buku Perempuan di Titik Nol, Kisah Perjuangan Seorang Perempuan Perjuangkan Haknya
Buku Perempuan di Titik Nol/Wikipedia
A
A
A

Firdaus sadar bahwa tubuhnya selama ini bukan miliknya, dia tidak mematok harganya sendiri, harga tubuhnya selalu ditentukan orang lain.

Mulailah Firdaus mematok harga tubuhnya sendiri dan mempunyai hidup yang mewah, Memiliki tempat tinggal yang layak, pakaian yang mewah juga makanan yang lezat.

Sampai suatu ketika datanglah seorang laki-laki yang bekerja sebagai germo yang ingin memiliki tubuhnya.

Dengan beralasan bahwa pelacur yang sendiri tanpa adanya seorang germo akan sulit mendapatkan keamanan.

Dengan ancaman itu Firdaus setuju dengan ajakan tersebut.

Sampai suatu ketika, Firdaus merasa lelah karena uang yang dia hasilkan sekarang tidak sebanyak uang yang dihasilkan dia ketika tubuhnya dimiliki oleh dirinya sendiri.

Firdaus hendak melarikan diri dari germo tersebut, tapi dia menghadangnya sampai dia menodongkan pisau ke arah Firdaus.

Tetapi tangan Firdaus cepat mengambil pisau tersebut dari tangannya dan menancapkan pisau itu ke leher germo tersebut.

Atas pembunuhannya Firdaus dipenjara dan dijatuhi hukuman mati. Beberapa kali Firdaus ditawari untuk keluar dari penjara dan dibebaskan dari hukuman tersebut, Firdaus tetap menolak.

Dia telah kehilangan hasrat untuk hidup juga tidak takut untuk mati.

“Selama hidup itu adalah keinginan, harapan, ketakutan kita yang memperbudak kita”, itu adalah kata-kata yang disampaikan Firdaus kepada Nawal sebelum dia dihukum mati.

Novel ini menyimpan pesan yang begitu dalam, tentang bagaimana seorang laki-laki harus memperlakukan seorang wanita dengan begitu hormat.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement