2. Mandarin
Berbeda dengan bahasa Inggris, sebagian besar penutur bahasa Mandarin adalah penutur asli.
China sendiri menjadi negara terpadat pertama dengan total penduduk mencapai 1,4 miliar jiwa. Tidak heran bila bahasa Mandarin menjadi bahasa terbesar di dunia jika dihitung berdasarkan jumlah penutur asli.
Melansir dari World Population Review, sekitar 70% penduduk di Daratan Tiongkok dapat berbicara bahasa Mandarin, tetapi hanya 10% yang berbicara dengan lancar.
Jumlah penutur asli dari bahasa Mandarin mencapai 920 juta dan penutur non-pribuminya sebanyak 199 juta orang.
Karena mayoritas penuturnya adalah penutur asli, maka persebaran bahasa Mandarin lebih terkonsentrasi dibandingkan bahasa Inggris, yaitu hanya di 38 negara.
Bahasa Mandarin adalah bahasa resmi di Singapura, Cina, dan taiwan. Menariknya, bahasa Cina juga merupakan salah satu dari enam bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
3. Hindi
Bahasa Hindi menempati urutan ketiga dengan jumlah penutur sebanyak 602 juta orang. Bahasa Hindi adalah satu dari 22 bahasa resmi yang ditetapkan secara konstitusional oleh pemerintah India.
Sama seperti bahasa Mandarin, penggunaan bahasa Hindi didominasi oleh penutur asli. Hal ini tidak mengherankan mengingat India merupakan negara terpadat kedua setelah China.
Selain di India, penggunaan bahasa Hindi juga dapat ditemukan di Bangladesh, Yaman, hingga Afrika Selatan.
Sastra Hindi pada umumnya ditulis dalam aksara Devanagari. Aksara ini juga digunakan dalam bahasa Sansekerta, Prakerta , Hindi , Marathi, dan Nepal.