“Materi bisa dipadatkan, sehingga waktu belajar bisa lebih pendek dan itu (materi pembelajaran yang kurang) bisa ditugaskan untuk belajar secara mandiri,” ucap dia.
Lebih lanjut Asep juga mengingatkan Kepala Sekolah dan jajarannya untuk lebih cermat mengamati kondisi bangunan dan wilayah masing-masing sebagai langkah mitigasi agar tidak ada korban akibat runtuhnya bangunan sekolah.
“Sehingga bisa melaporkan secara dini kondisi tersebut dan bisa diantisipasi oleh Dinas Pendidikan sehingga bisa diminimalkan kemungkinan bencana yang lebih berat,” tuturnya.
Adapun sejumlah bangunan sekolah roboh sebagai dampak dari hujan deras yang melanda berbagai daerah di Indonesia.
Salah satunya bangunan ruang kelas di SDN Kramatmanik 2, Kecamatan Angsana, Pandeglang, Banten yang roboh pada Jumat (7/10/2022).