Share

Mengenal Perempuan Bernama Sarinah, yang Namanya Diabadikan Soekarno pada Mal Pertama di Jakarta

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Senin 10 Oktober 2022 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 10 624 2683878 mengenal-perempuan-bernama-sarinah-yang-namanya-diabadikan-soekarno-pada-mal-pertama-di-jakarta-fzD2Pz5fnu.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA- Mengenal perempuan bernama Sarinah, yang namanya diabadikan Soekarno pada mal pertama di Jakarta. Mendengar nama mal satu ini mungkin sudah tak asing bagi warga ibu kota.

Ya mal ini dibangun di daerah Menteng, Jakarta Pusat dan menjadi pusat perbelanjaan dengan tinggi 74 meter dan 15 lantai. Gedung ini telah ada sejak 1962.

Jika menelisik dari sejarahnya, nama mal ini tak serta merta begitu saja. Sebab, ternyata nama mal ini memiliki makna tersendiri bagi Soekarno.

Sarinah

Lantas, siapa perempuan bernama Sarinah yang namanya diabadikan Soekarno pada mal pertama di Jakarta? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan okezone berikut ini.

Sarinah merupakan seorang gadis yang membantu mengasuh Soekarno kecil. Bagi keluarga Bung Karno, Sarinah bukan asisten rumah tangga, namun sudah menjadi bagian anggota keluarga.

Di mata Bung Karno, Sarinah merupakan wanita yang berjasa. Dia yang mengajarkannya untuk mengenal cinta kasih.

Follow Berita Okezone di Google News

"Sarinah mengajarku untuk mencintai rakyat. Massa rakyat, rakyat jelata,"

"Selagi ia memasak digubuk kecil dekat rumah, aku duduk di sampingnya dan kemudian ia berpidato, 'Karno, yang terutama engkau harus mencintai ibumu. Akan tetapi kemudian engkau harus mencintai pula rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya,"

Menurut Bung Karno, Sarinah memang sebuah nama yang biasa. Namun, Sarinah bukankah wanita yang biasa.

Di masa mudanya, Bung Karno kerap tidur bersama Sarinah, bukan sebagai suami istri. Namun, keduanya tidur di tempat tidur yang kecil.

Kala itu, Soekarno yang berusia enam tahun bersama keluarganya dalam kondisi serba kekurangan. Ia bahkan tak memiliki uang untuk membeli jajan, hanya bisa dihibur oleh ibunya dan Sarinah.

Dalam buku berjudul Sarinah: Kewadjiban Wanita dalam Perdjoangan Republik Indonesia, Soekarno menuliskan bahwa sosok Sarinah adalah pengasuhnya.

Meski menjadi pembantu di rumah Soekarno, ia tak digaji dan tidur menumpang di rumah keluarga Bapak Proklamator Indonesia itu. Sosoknya dideskripsikan sebagai bagian dari keluarga besar Soekarno.

Soekarno kecil setiap malam tidur bersama Sarinah. Kemanapun wanita itu pergi, ia harus turut serta. Tak heran jika ia mengagumi sosok Sarinah.

 (RIN)

Menghabiskan waktu masa kecil bersama Sarinah, Soekarno mendapatkan banyak pelajaran terutama terkait kepedulian sesama manusia

Ketika Bung Karno besar dirinya kehilangan Sarinah. Ia pun mengisi kekosongan itu dengan tidur bersama kakaknya Sukarmini di tempat tidur itu juga. Kemudian tidur dengan seekor anjing yang diberi nama Kiar.

Sosok tokoh yang berpengaruh dalam kehidupan Soekarno tersebut, memang benar adanya. Bukti keberadaannya ada pada sebuah makam di Tulungagung yang terdapat sebuah nisan yang tertulis “B. Sarinah wafat-28-12-1959”.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini