Share

Peran Sarwo Edhie dalam Mengharmoniskan Hubungan Tentara-Mahasiswa Serta Hapus Perpeloncoan

Nadilla Syabriya, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 624 2679662 peran-sarwo-edhie-dalam-mengharmoniskan-hubungan-tentara-mahasiswa-serta-hapus-perpeloncoan-11BfTvnRNt.jpg Sarwo Edhie Wibowo/Istimewa

Pertandingan dihentikan dan taruna dipulangkan.

Di sisi barat Jalan Ganesha, Rene Louis Coenrad, 22 tahun, mengendarai Harley Davidson melewati tiga truk berisi taruna dan anggota Brimob.

Cekcok terjadi, Rene dikeroyok dan sepeda motornya dirusak. Senjata menyalak. Rekan Rene mendapati mahasiswa teknik elektro angkatan 1969 itu di kantor Kepolisian Besar 86 di Jalan Merdeka, tidak lagi bernyawa. Pundaknya tertembus pelor.

Hari berikutnya, Bandung lumpuh akibat unjuk rasa mahasiswa yang mengutuk kekerasan. Mereka menyetop mobil angkutan umum untuk mencari polisi dan tentara.

Beberapa pos polisi dikosongkan untuk menghindari bentrokan.

Mayor Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, yang saat itu menjabat Gubernur Akademi Angkatan Bersenjata Umum dan Darat, menyesalkan tragedi itu.

Menurutnya, kematian Coenrad menjadi puncak perpecahan mahasiswa dan tentara.

"Dik, ini berbahaya, tidak boleh dibiarkan," ujarnya kepada Ridwan Armansjah Abdulrachman, waktu itu 23 tahun.

Iwan, panggilannya, adalah adik lis Johana, sahabat Sarwo.

Iwan dan Sarwo sama-sama aktif di Perhimpunan Penem puh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, Bandung.

Rekonsiliasi bergulir, dia mengundang mahasiswa ke kampus Akademi Angkatan Bersenjata di Magelang.

Pada 1973, sekitar 100 mahasiswa Universitas Padjadjaran, Bandung, dan Universitas Trisakti, Jakarta, tiba di Lembah Tidar.

Mereka disambut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Komandan Korps Taruna.

Iwan, perwakilan Unpad yang mengurus bidang kesenian, ingat betul kejelian Sarwo mencairkan hubungan kedua kubu yang sedang perang dingin itu.

Lagu ciptaan Iwan, yang menjadi lagu wajib pecinta alam waktu itu, Balada Seorang Kelana, diubah jadi Balada Seorang Taruna.


Syairnya:

Keheningan alam di tengah rimba sunyi, kumerana seorang diri sebagai seorang Taruna...

 

Kuberjuang penuh tekad demi nusa dan bangsa....


Hai Taruna, tabahkan hatimu, Tuhan slalu besertamu.

"Bayangkan, kami lagi benci taruna, malah disuruh menyanyi begitu," kata Iwan, keki.

Taktik itu berhasil, selama tiga hari dua malam, mahasiswa dan taruna melakukan hampir semua hal bersama.

Mulai makan, berdoa, bernyanyi, hingga berdiskusi. Cuma waktu tidur mereka berpisah barak. Pertandingan sepak bola, yang kembali dimenangi mahasiswa, berlangsung tanpa keributan.

Di ruang kelas, Yudhoyono memimpin diskusi.

"Suasananya akrab sekali," kata Iwan Sulanjana, taruna angkatan 1974, yang waktu itu kebagian tugas sebagai pemandu acara.

Follow Berita Okezone di Google News

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini