Share

Ini Alasan Mengapa DN Aidit Menghapus Kata Achmad pada Namanya

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Kamis 29 September 2022 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 624 2677553 ini-alasan-mengapa-dn-aidit-menghapus-kata-achmad-pada-namanya-zPTzgKn6KY.jpg DN Aidit (Foto: Tangkapan Layar Media Sosial)

JAKARTA- Alasan mengapa DN Aidit menghapus kata Achmad pada namanya menarik untuk dibahas. Dipa Nusantara Aidit atau yang lebih dikenal dengan nama DN Aidit tertangkap setelah pelarian panjangnya di kediaman Harjomartono di Kampung Sambeng, Solo, Jawa Tengah pada 22 November 1965.

DN Aidit

Diketahui DN Aidit adalah pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada masanya. Namun, pada akhirnya PKI hancur lebur setelah peristiwa 30 September 1965 atau G30S meledak.

Untuk mengenal lebih jauh, berikut kisah DN Aidit dan alasan mengapa DN Aidit menghapus kata Achmad pada namanya.

DN Aidit atau Dipa Nusantara Aidit terlahir dengan nama Achmad Aidit. Ia lahir di Tanjung Pandan, Belitung, pada 20 Juli 1923. Ayahnya yang bernama Abdullah Aidit adalah sosok terpandang karena pernah menjadi pemimpin dalam perlawanan melawan Belanda. Sang ayah juga pernah menjabat sebagai anggota DPR sementara.

Anak sulung dari enam bersaudara ini tumbuh di lingkungan yang kental akan agama Islam. Ayahnya pada saat itu mendirikan perkumpulan agama Nurul Islam yang berorientasi pada Muhammadiyah.

Pada awal 1936, DN Aidit yang saat itu berusia 13 tahun ingin merantau ke Batavia (sekarang Jakarta). Di Batavia, DN Aidit tinggal di kawasan Cempaka Putih. Disana ia tinggal bersama Polisi bernama Marto yang merupakan kawan Abdullah.

Kedatangan Aidit ke Batavia adalah untuk bersekolah di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Sayangnya, pendaftaran sudah ditutup. Alhasil, ia meneruskan pendidikan di Middestand Handel School (MHS), Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Selama bersekolah, idealisme Aidit tupanya sangat menonjol dibanding teman sebayanya. Singkat cerita, ia tak pernah menamatkan pendidikan formalnya, namun lebih aktif ke kegiatan luar sekolah.

Aidit bergabung dengan organisasi Persatuan Timur Muda (Pertimu) yang dimotori oleh Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). Disini, Aidit semakin menjadi-jadi dalam hal politik. Ia bahkan diangkat sebagai Ketua Umum Pertimu dalam waktu singkat.

Saat inilah, Aidit menghapus nama Achmad dan menggantinya dengan Dipa Nusantara (DN). Menurut kesaksian adik-adiknya, perubahan nama tersebut didasari atas perhitungan politik.

(RIN)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini