Share

Tiga Laboratorium UI Dipercaya Kemenkes RI untuk Jadi Bagian Pusat Riset Vaksin

Natalia Bulan, Okezone · Minggu 25 September 2022 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 65 2674450 tiga-laboratorium-ui-dipercaya-kemenkes-ri-untuk-jadi-bagian-pusat-riset-vaksin-sZTWSbZryE.jpeg Tiga lab UI dipercaya Kemenkes RI untuk bagian pusat riset vaksin/Antara

DEPOK - Sebanyak tiga laboratorium Universitas Indonesia (UI) dipercaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk menjadi bagian dari laboratorium jejaring Organization of Islamic Cooperation (OIC) Center of Excellence (CoE) on Vaccine and Biotechnology Products atau pusat riset vaksin dan produk bioteknologi OIC.

Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia, M.Si. CPR mengatakan tiga lab UI tersebut adalah Laboratorium Bioanalasis Universitas Indonesia - Daewoong Foundation (UI-DF), Integrated Laboratory Research Center (ILRC), dan Laboratorium Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) yang didirikan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Kementerian Kesehatan RI meluncurkan laboratorium jejaring OIC CoE dalam rangka mendukung tercapainya tujuan kemandirian dalam produksi vaksin dan produk bioteknologi untuk kebutuhan negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Sebelumnya, Indonesia telah ditunjuk sebagai Organization of Islamic Cooperation-Center of Excellence (OIC-CoE) on Vaccine and Biotechnology Products dalam Resolutions of the 6th Session of the Islamic Conference of Health Ministers (ICHM) pada tahun 2017.

Pada konferensi tersebut, kerangka acuan pusat riset OIC dalam pengembangan vaksin dan produk bioteknologi di Indonesia disetujui dan diharapkan untuk segera dibuat.

Pada tahun 2018 OIC CoE secara resmi diluncurkan di Jakarta oleh Menteri Kesehatan dengan PT Biofarma sebagai OIC CoE Laboratory.

Guna meningkatkan kerjasama dan kapasitas peneliti di negara anggota OIC, Standing Committee on Scientific and Technological Cooperation of the OIC (COMSTECH) mengadakan program Fellowship For Research and Advance Training in Virology and Vaccine Technologies.

Melalui program ini, Kemenkes RI memberikan kesempatan kepada empat peneliti dari Mesir dan Pakistan untuk magang di Indonesia.

"Mari saling berkolaborasi, saya percaya pertemuan dan kerja sama dengan OIC ini menjadi awal yang baik untuk melakukan penelitian bersama tentunya dengan hasil yang baik. Saya berharap kesempatan ini semakin meningkatkan sistem kesehatan dunia untuk generasi yang akan datang," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini