Share

Mahasiswa Fikes Universitas Brawijaya Meninggal sebelum Wisuda, Sang Ibu Wakili Ambil Ijazah

Natalia Bulan, Okezone · Jum'at 23 September 2022 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 65 2673361 mahasiswa-fikes-universitas-brawijaya-meninggal-sebelum-wisuda-sang-ibu-wakili-ambil-ijazah-4tO8fGGijw.jpg Mahasiswa UB meninggal sebelum wisuda, pengambilan ijazah diwakili ibu/Dok. UB

MALANG - Ada momen haru terjadi di pelaksanaan wisuda Universitas Brawijaya (UB) pada Minggu (18/9/2022) yang lalu.

Seorang mahasiswa yang diketahui sudah meninggal, tidak bisa mengikuti prosesi wisuda karena meninggal pada 22 Agustus 2022 karena sakit.

Karena itulah prosesi pemberian ijazah dari Rektor dan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes UB) diwakili oleh sang ibunda, Fatma Uswanas.

Dikutip dari laman resmi UB, Dani Munawir Uswanas, S.Gz adalah wisudawan dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Ia adalah mahasiswa program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) yang diterima sebagai mahasiswa UB angkatan 2017 program studi Ilmu Gizi.

Dani, panggilan akrabnya, berhasil menempuh pendidikan selama 4 tahun 10 bulan.

Ibunya kemudian menceritakan bahwa putranya tersebut termasuk mahasiswa berprestasi di daerahnya sehingga berkesempatan untuk mengikuti program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Sebelumnya mendiang juga pernah menjadi siswa SMA Plus Astha Hannas, Subang karena lolos program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).

Tak berhenti sampai di situ, di tingkat SMA Dani juga sudah dua kali masuk Istana Negara karena prestasinya.

“Sudah mau hampir yang ketiga kali masuk Istana Negara tapi tidak jadi, karena dia peserta Olimpiade,” ujar sang ayah yang seorang polisi.

Sedangkan selama menjadi mahasiswa Dani dikenal aktif mengikuti kegiatan kampus dan di luar kampus.

Menurut penuturan sepupunya, Maria Nova Sinde yang juga mahasiswa program ADik di Universitas Negeri Malang, Dani pernah menjadi ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Fakfak (IPMAFA).

Di kalangan teman-teman disampaikan Maria, ia dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab dan humoris.

Sedangkan selama mengikuti perkuliahan dia terkenal rajin dan gigih menyelesaikan tugasnya karena rasa tanggung jawabnya kepada orangtua.

“Kami harus pulang dengan membawa ijazah” ucapnya.

Dani sebagaimana dituturkan ibunda meninggal dunia setelah sakit beberapa hari di rumah.

Karena tidak mau makan akhirnya keluarga memutuskan membawa ke Rumah Sakit. Namun, belum satu hari di RS, Dani sudah dinyatakan wafat oleh tim medis.

Menurut ibunda yang sehari-hari bekerja sebagai guru, Dani hanya sakit ringan batuk dan lemas.

Tapi selama menjadi mahasiswa memang pernah disampaikan teman-teman se daerahnya, ia diantar ke RS karena sakit asam lambung.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini