Share

Mahasiswa Universitas Brawijaya Buat Mobil Bahan Bakar Hidrogen dan Listrik, Diikutkan Kompetisi di Sirkuit Mandalika

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 22 September 2022 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 65 2672766 mahasiswa-universitas-brawijaya-buat-mobil-bahan-bakar-hidrogen-dan-listrik-diikutkan-kompetisi-di-sirkuit-mandalika-6U1d1rCOa4.jpg Mobil berbahan bakar hidrogen dan listrik ciptaan mahasiswa UB/Avirista Midaada

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) mengirimkan dua tim perwakilan untuk kompetisi mobil hemat energi berskala internasional di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim perwakilan dengan nama Tim Apatte Elang Perkasa yang mencatatkan sejarah baru dengan menghadirkan mobil prototipe hidrogen Anagata FCV yang diciptakan para mahasiswa dengan bimbingan dosen pembimbing.

Team Manager Apatte Elang Perkasa Heaven Josiah Harvan mengatakan, mobil Anagata FCV dikembangkan dengan menggunakan bahan bakar hidrogen yang diharapkan akan menjadi bahan bakar masa depan.

Menurutnya, gelaran mobil hemat energi telah ditunggu agar menjadi ajang kreasi menciptakan mobil hemat energi.

"Di kompetisi ini, kami akan mengikutsertakan mobil hasil riset terbaru kami, yaitu prototype fuel-cell hydrogen. Kami akan bertanding dalam kategori prototipe dan mengembangkan teknologi yang mengedepankan aspek keberlanjutan dalam desain dan spare part kendaraan," ucap Heaven Josiah Harvan, pada Rabu (21/9/2022) di Universitas Brawijaya Malang.

Mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) UB ini menambahkan, mobil yang dibuat ini menggunakan chasis berbahan karbon fiber dengan berat hanya 54 kilogram.

Nantinya mobil hemat energi ini akan mengikuti kompetisi di kelas prototipe hidrogen dan urban listrik.

"Kami berupaya menjadi bagian dari masa depan energi yang lebih bersih di Indonesia dan dunia, serta melakukan aksi nyata dalam upaya mengurangi dampak pemanasan global melalui inovasi teknologi kendaraan kami. Walaupun ini akan menjadi kali pertama kami berkompetisi di kelas ini. Kami akan berusaha semaksimal mungkin menampilkan performa terbaik kami,” paparnya.

Menariknya pengemudi di balik tunggangan mobil hemat energi ini merupakan seorang perempuan bernama Natalia Clerin.

Ia menjadi juru kemudi di ajang mobil hemat energi tersebut dan menargetkan memberikan penampilan yang terbaik.

"Saya diberi kepercayaan jadi driver untuk mobil hidrogen, tantangannya juga sama. Saya juga harus memberikan yang terbaik di sirkuit. Target kami untuk yang prototipe hidrogen karena ini baru pertama Kali kami baru mengikuti kompetisi, paling tidak kami bisa menyelesaikan satu race bisa dapat hasil," ujar Natalia Clerin.

Di sisi lain, di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa dan berkuliah, Natalia dan tim juga harus membagi waktunya untuk menyempurnakan persiapan di ajang kontes mobil hemat energi.

Mereka bahkan mempersiapkan mobil hingga dini hari menjelang subuh demi kompetisi mobil hemat energi ini.

"Lomba ini sangat penting bagi kami, karena kami juga ingin menjadi inspirasi buat masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, tentang pentingnya zero karbon," tuturnya.

"Ini efeknya sangat penting untuk pemanasan global. Dan untuk kompetisi seperti ini diharapkan bisa menjadi inspirasi buat teman - teman mahasiswa lain untuk tetap berkarya dan mengembangkan inovasi membangun mobil hemat energi untuk masa depan yang lebih baik," tambahnya.

Dekan Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya Profesor Hadi Suyono mengungkapkan, dukungannya kepada 25 orang baik dari mahasiswa dan dosen pembimbing yang bakal berangkat di ajang kompetisi mobil hemat energi.

Dukungan dana menjadi hal utama yang diambilkan dari dana fakultas hingga dana dari alumni yang juga turut memberikan kontribusi untuk kesiapan lomba mobil hemat energi ini.

"Dukungan kami all out, keuangan tentu sudah disiapkan untuk risetnya kawan - kawan ini. Kalau saya lihat di lapangan mereka hanya tidur 3-4 jam, dukungan dana sudah kami alokasikan, karena ini menyangkut banyak mahasiswa perlu dukungan luar biasa," ungkap Hadi.

Sementara itu Rektor Universitas Brawijaya Profesor Widodo menjelaskan, keikutsertaan Universitas Brawijaya dalam kompetisi mobil hemat energi menjadi bagian dari mencari solusi untuk mobil ramah lingkungan.

"Bagi teman-teman yang bekerja di bidang green teknologi termasuk juga transportasi yang ramah lingkungan. Harapannya ini adalah strategi bagi kami dalam proses pendidikan, agar mahasiswa itu bisa mengenal betul real problem di masyarakat, problem dunia dan mahasiswa mampu menyelesaikan problem itu," jelas Widodo.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini