Share

Menko PMK Ajak Perguruan Tinggi Islam Berkontribusi Perkuat Revolusi Mental

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 09 September 2022 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 65 2663983 menko-pmk-ajak-perguruan-tinggi-islam-berkontribusi-perkuat-revolusi-mental-Z19PuuXnlB.jpg Menko PMK Muhadjir Effendy/Binti Mufarida

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy mengajak Perguruan Tinggi Islam untuk berkontribusi dalam upaya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mewujudkan kualitas generasi Indonesia Emas 2045.

Menurut Muhadjir, nilai keislaman dan kebangsaan adalah dua fondasi utama yang berjalan beriringan dalam membangun kualitas manusia Indonesia modern.

Hal ini diungkapkannya saat menjadi keynote speaker pada Kuliah Umum di UIN Mataram, Lombok Barat, NTB.

Oleh karena itu, Muhadjir mendorong dan mengajak para dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa untuk dapat tampil sebagai garda terdepan dalam memberikan kontribusi efektif, kreatif, dan inovatif kepada masyarakat.

“Kita harus menjadikan manusia Indonesia dipenuhi oleh SDM berkualitas unggul, inovatif, berakhlak mulia, berkarakter Pancasilais, serta adaptif terhadap tantangan perubahan global, terutama memasuki era Revolusi Industri 4.0,” kata Muhadjir dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (9/9/2022).

Muhadjir mengatakan, dunia pendidikan melalui keberadaan kampus-kampus Islam merupakan lokus strategis sebagai pusat-pusat pembentukan karakter dan peradaban yang sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa.

Lebih lanjut, Muhadjir berharap seluruh SDM yang berada di lingkungan Perguruan Tinggi Islam seperti rektor, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dapat menjadi pelopor inisiatif aksi nyata dalam upaya pengembangan SDM Generasi Emas 2045 di bidang pendidikan.

Hal tersebut misalnya, ditunjukkan pada bagaimana dunia pendidikan dapat meningkatkan kemampuan kognitif, keterampilan, serta produktivitas mahasiswa berlandaskan penguatan nilai-nilai Revolusi Mental, yaitu Etos kerja, Gotong-royong, dan Integritas.

“Sebagai mahasiswa, kalian harus paham sejarah, kalian lah yang akan menjadi generasi emas Indonesia. Perlu diketahui peranan umat Islam sangat nyata dalam kemerdekaan Indonesia. Karenanya, keislaman dan kebangsaan tidak bisa dipisahkan, sudah menyatu,” tambah Muhadjir.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini