JAKARTA - Perubahan iklim adalah perubahan signifikan kepada iklim yang memengaruhi suhu udara dan curah hujan mulai dari dasawarsa sampai jutaan tahun.
Disebabkan oleh meningkatnya gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca.
Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang kerangka Kerja Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) mendefinisikan perubahan iklim yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga mengubah komposisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami pada periode waktu yang dapat diperbandingkan.
Komposisi atmosfer global yang dimaksud adalah komposisi material atmosfer bumi berupa Gas Rumah Kaca (GRK) yang di antaranya terdiri dari Karbon Dioksida, Metana, Nitrogen, dan sebagainya.
Perubahan iklim bisa mendatangkan bencana yang besar bagi bumi dan seisinya. Laman resmi United Nations menyatakan bahwa tahun ini adalah tahun penting bagi kita semua penduduk di muka bumi, untuk ikut menggalang gerakan perubahan iklim.
Untuk menghentikan krisis iklim menjadi bencana permanen, setidaknya harus dilakukan pembatasan pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.
Maka, inilah dampak buruk yang akan terjadi apabila perubahan iklim terus mengancam bumi dan seisinya.
1. Suhu Panas yang Terus Meningkat
Sejak 1890-an, setiap dekade menjadi lebih panas dari dekade sebelumnya. Pada dekade terakhir, 2011-2020, merupakan dekade terpanas yang pernah tercatat.
Peningkatan suhu yang lebih tinggi berpengaruh pada meningkatnya jumlah kasus penyakit terkait panas dan bisa mempersulit pekerjaan luar ruangan.