Share

Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya Sumbang Alat Pirolisis untuk Desa Kedungrejo Muncar

Aprilia Nur Fadilah, Presma · Senin 05 September 2022 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 65 2660966 program-doktor-mengabdi-universitas-brawijaya-sumbang-alat-pirolisis-untuk-desa-kedungrejo-muncar-GdxDfSJu9h.jpg Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya/Istimewa

BANYUWANGI - Kawasan pesisir Pantai Sampangan Muncar yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, memiliki pemandangan yang indah. Namun, sejak 20 tahun terakhir mulai berdiri industri perikanan di sekitar wilayah pesisir pantai tersebut.

Hal ini menimbulkan tumpukan sampah yang tinggi di pesisir pantai sampangan. Kemudian juga diperparah oleh perilaku warga sekitar yang menjadikan pesisir pantai sebagai tempat pembuangan sampah.

Sampah-sampah yang menumpuk di pantai sampangan dapat menutup area pantai sepanjang kurang lebih 300 meter dengan lebar 8-15 meter.

Banyaknya sampah di kawasan pesisir Pantai Sampangan didominasi oleh adanya sampah kain dan sampah plastik.

Pantai Sampangan juga terdeteksi tercemar oleh limbah cair dari pembuangan limbah rumah tangga, limbah kapal nelayan dan limbah industri yang ada di kawasan pesisirnya.

Usaha untuk pembersihan sampah tersebut sudah pernah dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari instansi pemerintah desa maupun pihak swasta.

Follow Berita Okezone di Google News

Meskipun begitu, sampah yang berasal dari laut maupun dari warga setempat terus berdatangan dan tetap menimbulkan tumpukan sampah yang menutup seluruh bagian pantai.

Kondisi sampah yang ada di pantai Sampangan ini membuat pantai tersebut tidak digunakan wisatawan sebagai tempat wisata, meskipun pemandandangan yang ada di pantai sangat indah.

Berdasarkan hal tersebut, tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (UB) yang diketuai oleh Profesor Dr. Ani Mulyasuryani, MS bersama dosen pembimbing Eko Waluyo, S.Pi., M.Sc dengan melibatkan lima orang mahasiswa Universitas Brawijaya sebagai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tematik (PKM-T), mengadakan kegiatan pengabdian.

Kegiatan ini bertujuan untuk dapat membantu warga desa Kedungrejo mengolah sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat secara mandiri, juga untuk melatih keterampilan mahasiswa sesuai bidang ilmu masing-masing serta mengenalkan praktik dunia kerja mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga evaluasi serta melatih kemampuan adaptasi mahasiswa dengan budaya kerja semua unsur atau pihak terkait.

Keterlibatan mahasiswa pada kegiatan ini juga memiliki peran untuk mengimplementasikan ilmu yang telah mereka pelajari di perkuliahan sekaligus mendukung proses penyaluran ide yang temuan dosen.

Kegiatan ini pun diwadahi oleh hibah Doktor Mengabdi yang didanai melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM UB).

Kegiatan tersebut dimulai dengan sosialisasi program kerja pada tanggal 27 Juni 2022 yang diadakan di balai Desa Kedungrejo.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Kedungrejo, para tokoh masyarakat, Pokmaswas Bahari Samudera, dan masyarakat serta tim penggerak PKK Desa Kedungrejo.

Dalam sosialisasi tersebut, tim Doktor Mengabdi memaparkan program kerja yang dapat membantu warga menanggulangi permasalahan sampah di kawasan pantai sampangan.

Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan set alat pirolisis dan rekomendasi 3D Modelling di kawasan pesisir Pantai Sampangan.

Alat pirolisis merupakan teknik pembakaran sampah sekaligus penyulingan bahan tanpa adanya O2 dengan suhu tinggi dan gas yang dihasilkan berguna dan aman bagi lingkungan, hal ini karena produk akhir yang dihasilkan berupa CO2 dan H2O.

Alat pirolisis dibuat di tempat pengelasan yang ada di Desa Parijatah Wetan Kecamatan Srono, Banyuwangi, pembuatan alat pirolisis dilakukan selama 2 minggu dan dilakukan 2 kali percobaan alat sebelum di demonstrasikan kepada masyarakat di Balai Desa Kedungrejo pada tanggal 15 Juli 2022.

Hasil produk akhir dari proses pirolisis ini bergantung terhadap jenis plastik yang dibakar. Proses pembakaran dilakukan selama 3 jam dengan penggunaan sampah plastik yang diambil di kawasan pesisir pantai sampangan sebesar 9 kg.

Dihasilkan 1 L bahan bakar motor (solar) dan tar. Bahan bakar solar ini nantinya diharapkan mampu mengurangi penggunaan solar oleh nelayan di kawasan pesisir pantai sampangan muncar serta tentunya dapat mengurangi sampah plastik yang ada di kawasan pesisir pantai sampangan muncar Banyuwangi.

Selain itu, residu hasil pembakaran yang berupa tar dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan Pot Bunga serta dapat menjadi bahan penyalut untuk proses pembakaran non makanan.

Pembuatan alat pirolisis ini juga dilengkapi dengan banner tata cara pirolisis, dan buku pedoman penggunaan alat pirolisis.

3D Modelling adalah proses untuk menciptakan objek 3D yang ingin dituangkan dalam bentuk visual nyata, baik secara bentuk, tekstur, dan ukuran objeknya atau bisa diartikan sebagai hasil dari representasi dari proses secara matematika yang membentuk objek 3D.

Hasil dari proses tersebut adalah apa yang sekarang ini disebut dengan 3D model atau 3D Mesh.

Dalam prosesnya, tim melakukan pengamatan secara visual di beberapa tempat wisata pantai di Kabupaten Banyuwangi untuk nantinya diterapkan di kawasan pesisir Pantai Sampangan.

Berdasarkan keseluruhan pantai yang sudah dikunjungi diambil beberapa konsep yang sudah ada di pantai-pantai tersebut untuk di terapkan di pantai sampangan Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, sehingga dibuatlah konsep 3D modelling untuk pengelolaan pariwisata partisipatif dengan perlibatan masyarakat di Kawasan tersebut.

Aprilia Nur Fadilah, Mahasiswa Universitas Brawijaya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini