Share

Aturan Pendidikan Vokasi Diubah, Perusahaan Didorong Membuka Program Pemagangan untuk Efisiensi

Erfan Erlin, iNews · Senin 05 September 2022 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 624 2661078 aturan-pendidikan-vokasi-diubah-perusahaan-didorong-membuka-program-pemagangan-untuk-efisiensi-WYYBAnHGmG.jpg Peserta program Cost and Benefit analisis Vokasi oleh Kadin DIY/Erfan Erlin

YOGYAKARTA - Perusahaan-perusahaan di tanah air didorong untuk membuka program Vokasi dengan memberi kesempatan kepada para siswa atau mahasiswa mengikuti pemagangan atau latihan kerja di tempat mereka.

Karena hal tersebut sebenarnya mampu mengefisiensi biaya mereka.

Senior Advisor GIZ, Rudy Jumali menuturkan, belajar dari Jerman ketika ada dual sistem pendidikan atau sistem ganda.

Saat siswa atau mahasiswa vokasi itu belajarnya di dua tempat, yaitu di sekolah dan juga di perusahaan.

"Dual keterampilan itu kan terdiri dari skill, attitude dan kemudian knowledge. Nah itu nggak bisa hanya didapatkan dari sekolah karena ya kultur di sekolah dan perusahaan yang beda,"ujar dia di sela pelatihan cost and Benefit analisis vokasi, Senin (5/9/2022).

Selama ini, di sekolah hanya diberikan satu persatu kompetensi tetapi jika di perusahaan sudah kompleks yang diaplikasikan menjadi satu.

Sehingga anak itu harus belajarnya betul-betul di sekolah dan di perusahaan.

Menurutnya dengan adanya Perpres 68 2022, maka sistem vokasi di Indonesia dirubah dari orientasinya supply yaitu asal meluluskan akan dirubah menjadi orientasinya ke permintaan atau ke demand.

Hal ini akan menjawab pertanyaan jika kemampuan lulusan sekolah atau perguruan tinggi tidak sesuai kebutuhan industri.

"Dengan diubah menjadi demand oriented maka kebutuhannya dari industri akan sama seperti yang diluluskan,"ungkapnya.

Namun yang sekarang menjadi persoalan di Indonesia adalah masih banyak perusahaan yang tidak bersedia mengeluarkan biaya untuk pemagangan.

Karena itu masih dianggap sebagai biaya, padahal ketika pemagangan itu dijalankan seperti di Jerman, maka akan memberi manfaat yang lebih besar.

"Ya perusahaan nanti tidak perlu lagi memberikan biaya lebih untuk karyawan baru. Karena mereka yang magang nantinya bisa diterima menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Jadi benefitnya ada di perekrutan karyawan," tandasnya.

Biasanya perusahaan masih minim yang memberikan gaji, biasanya hanya memberikan sekadar uang transport kepada anak magang.

Namun ada yang sudah memberikan gaji sebesar UMR untuk anak magang, namun paling banyak hanya 40 sampai 60 persen gaji.

Komite Tetap Pelatihan Vokasional Kadin DIY, Rommy Heryanto mengatakan Kadin DIY di bidang SDM vokasi dan ketenagakerjaan saat ini sudah memiliki 96 pelatih tempat kerja yang bertugas menjadi pelatih tempat kerja.

Mereka akan melatih anak-anak magang, termasuk karyawan perusahaan bagaimana menangani anak-anak magang. 

"Kalau di catatan kita itu sudah hampir sekitar 100 hampir 200 perusahaan yang turut serta dalam program penyelenggaraan vokasi atau magang,"ujar dia.

Untuk pelatihan penghitungan biaya pemagangan kali ini ada 14 perusahaan yang turut serta. Mereka nantinya akan menjadi piloting program Vokasi yang diinisiasi oleh Disnaker DIY.

Mereka akan dibekali bagaimana menghitung biaya pemagangan termasuk nanti ada perlakuan khusus dalam pajak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini