6. Pertimbangan keamanan serta strategi militer
Selain faktor bencana alam, pemerintah suatu negara mempertimbangkan untuk memindahkan ibu kotanya karena faktor keamanan serta strategi militer yang dikembangkan.
Bila ibu kota lama letaknya dekat dengan markas militer musuh, tentu jalan terbaik adalah memindahkan pemerintahan ke tempat yang lebih aman guna menghindari serangan-serangan musuh yang dapat melumpuhkan ibu kota serta pemerintahan setempat.
7. Menyatukan dua wilayah yang berbeda
Misalnya saja Negara Mesir kuno saat Raja Menes menggabungkan Mesir Utara dan Mesir Selatan menjadi satu kerajaan pada tahun 3150.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, maka dipilihlah Memphis yang terletak di tengah-tengah sebagai ibu kota Mesir pada saat itu.
Demikian pula pada akhir abad ke-16, Polandia dan Lithuania yang bersatu.
Ibu kota pun dipindahkan dari Krakow ke Warsawa karena letaknya di antara Krakow dan Grodno yang saat itu merupakan ibu kota dari Lithuania.
8. Mengintegrasikan pembangunan dan potensi daerah
Sebelumnya Brasilia bukanlah tipe kota yang dikenal.
Banyak yang mempertanyakan terpilihnya Brasilia menjadi ibu kota baru menggantikan Rio de Jainero yang telah kelebihan populasi.
Namun setelah Brasil merealisasikannya sebagai ibu kota, maka sistem jalan dan infrastruktur di Brasilia mulai dikembangkan sehingga memungkinkan bagi Brasilia untuk menjadi pengekspor produk pertanian seperti kedelai.
Kini Brasilia dipandang sebagai salah satu pengganti ibu kota terbaik di dunia, serta dijadikan percontohan bagi negara-negara lain yang juga ingin memindahkan ibu kotanya.
9. Permintaan penguasa
Abidjan telah menjadi ibu kota yang ideal bagi Pantai Gading karena merupakan kota yang ramai, serta menjadi pusat komersial dan administrasi yang baik.
Namun pada tahun 1983, presiden Felix Houphouet-Boigny putra daerah Yamoussoukro memerintahkan pembangunan di daerah tersebut untuk dijadikan ibu kota baru.
Namun kenyataannya, hingga kini popularitas Yamoussoukro tetap kalah dari Abidjan dan hanya memiliki populasi sekitar 120.000 penduduk.
Bandingkan dengan Abidjan yang memiliki jumlah penduduk sekitar 4 juta orang.
10. Efisiensi kinerja pemerintahan
Salah satu yang paling umum mengenai pemindahan ibu kota adalah keinginan untuk memiliki kota yang sengaja dirancang dari awal sebagai kota administratif.
Dengan demikian segala perencanaan serta kinerja pemerintahan pun akan berjalan lebih efisien.
Tidak realistis memang mengharapkan kota baru yang dirancang sebagai ibu kota dapat berfungsi secara baik dalam beberapa tahun saja.
Contohnya adalah Washington DC yang membutuhkan setidaknya 1 abad untuk menjadi ibu kota negara seperti yang kita lihat saat ini.
Namun mengingat banyak pertimbangan seperti yang kita lihat di atas, pemindahan ibu kota suatu negara adalah untuk kepentingan jangka panjang yang tidak bisa ditunda-tunda lagi.
(Natalia Bulan)