Pada masa kependudukan Jepang, nama Abdul Muis jarang terdengar akibat penyakit yang mengerogotinya.
Namun, setelah pascakemerdekaan, namanya kembali terdengar. Abdul Muis bergabung dalam Majelis Persatuan Perjuangan Priangan yang berpusat di Wanaraja.
Bahkan, ia sempat ditawari untuk menjadi anggota DPA.
Abdul Muis menghembuskan napas terakhirnya pada 17 Juni 1959 di Bandung. Atas jasa-jasanya, ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 30 Agustus 1959.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik