Share

Rumah Pengasingan Soekarno di Bengkulu yang Jadi Saksi Bisu Perjuangan, Begini Sejarahnya

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Jum'at 05 Agustus 2022 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 624 2642829 rumah-pengasingan-soekarno-di-bengkulu-yang-jadi-saksi-bisu-perjuangan-begini-sejarahnya-Yd6UtrAAO6.jpg Rumah Pengasingan di Bengkulu (Foto:Goholidaybengkulu)

JAKARTA - Rumah pengasingan Soekarno di Bengkulu yang jadi saksi bisu perjuangan akan dibahas pada artikel kali ini.

Selain di asingkan ke Rengasdengklok, mantan presiden pertama Indonesia, Soekarno rupanya pernah diasingkan juga ke Bengkulu. Selama diasingkan, Bung Karno menempati sebuah rumah yang kini menjadi cagar budaya.

Rumah pengasingan Soekarno di Bengkulu yang jadi saksi bisu perjuangan terjadi pada tahun 1938-1942. Bung Karno juga pernah diasingkan di Bengkulu. Rumah pengasingannya berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Bengkulu.

Dilansir dari laman Kemendikbud, sebuah rumah kuno yang menjadi saksi bisu pengasingan Bung Karno selama perjuangan terletak di Kota Bengkulu, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka. Lokasinya tak begitu jauh dari Benteng Malborough, yaitu sekitar 1,6 km.

Sebelum ditempati Bung Karno, rumah tersebut merupakan tempat tinggal Tan Eng Cian. Ia adalah seorang pengusaha yang menuplai bahan pokok untuk pemerintah Belanda. Bung Karno sendiri menempati rumah ini sejak 1938 hingga 1942.

Dulunya, selama Bung Karno diasingkan disini, rumah tersebut dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai aktivitas. Seperti aktivitas politik, kesenian, dan juga ke organisasian.

Kini rumah tersebut masih ada dan dijadikan cagar budaya. Rumah bekas kediaman Bung Karno tersebut terletak di halaman tengah dengan sebuah paviliun di belakangnya. Rumah tersebut juga dikelilingi pagar dan halaman yang luas.

Di bangun pada awa abad-20an, rumah ini berbentuk empat persegi panjang dan luas bangunannya 162 meter persegi. Dengan bangunan seluas ini, di dalammnya terdirid ari teras yang terhubung ke ruang tamu, beberapa kamar, dan juga teras belakang

Hiasan rumah ini terkesan klasik denngan jendela kaca besar di semua sisi rumah. Bentuk jendelanya persegi panjang dan berdaun ganda. Sama halnya dengan pintu masukk utama. Bangunan ini juga tak berkaki dan memiliki dinding yang polos, serta atap berbentuk limas.

Selama tinggal di rumah tersebut, Bung Karno rupanya meninggalkan beberapa benda. Kini benda-benda tersebut terdiri dari benda asli dan tiruan yang kaya akan nilai sejarah dan kini tersimpan rapih dalam rumah tersebut.

Benda-benda peninggalan Bung Karno menjadi saksi bisu dalam menemani Bung Karno dalam menyusun startegi perjuangan.

Itulah rumah pengasingan Soekarno di Bengkulu yang jadi saksi bisu perjuangan. 

(RIN)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini