"Daun menjadi suvenir resmi. Satu-satunya sekolah di Indonesia yang terpilih, selebihnya di sini UMKM profesional. Ada seleksinya, dikurasi produknya, dinilai keunikannya, apakah bisa dijual, dan mengangkat nilai kekhususan anak," imbuh Fajar.
Keunikan produk Daun dari SLB Putra Mandiri ini yaitu semua gambarnya asli hasil karya pelajar sekolah itu tanpa sentuhan edit sehingga membuat gambar-gambar menjadi otentik dan memiliki beragam ekspresi.
Menurut Fajar setiap gambar memiliki cerita salah satunya adalah gambar abstrak berbentuk lingkaran-lingkaran yang seperti wajah manusia yang diperkirakan ketika sedang merasa tidak nyaman.
Satu karya yang cukup diminati pengunjung, juga dibuat oleh seorang anak penyandang autisme, adalah gambar sederhana berupa planet-planet dan telah habis terjual.
Kemudian ada lagi desain karakter Upin Ipin ketika anak yang membuatnya sedang dalam keadaan ceria, karena dia senang karakter kartun tersebut.
Total ada 35 desain gambar yang dibawa dalam pameran tersebut dengan proses pembuatan produk cukup sederhana, yakni anak-anak menggambar di selembar kertas dengan krayon warna.
Kemudian gambar itu diproses digital, setelah itu dicetak dan diaplikasikan ke produk.
"Jadi teknik sablonnya, gambar itu disetrika ke permukaan produk, oleh anak-anak sendiri," papar Fajar.