Share

Tips Mengenali Obat Palsu dari Dosen UGM, Pastikan Baik-Baik Sebelum Membeli

Tim Okezone, Okezone · Kamis 28 Juli 2022 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 65 2637373 tips-mengenali-obat-palsu-dari-dosen-ugm-pastikan-baik-baik-sebelum-membeli-bnnd7ksbZo.jpg Ilustrasi/Freepik

YOGYAKARTA - Peredaran obat palsu sampai sekarang masih menjadi persoalan yang pelik di Indonesia dan sangat sulit dihindari.

Pakar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. rer nat., Endang Lukitaningsih, S.Sc., M.Si., Apt., memberikan tips-tips mengenali obat palsu agar masyarakat bisa terhindar dari bahayanya.

Dikutip dari laman resmi UGM, menurutnya obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh orang atau lembaga yang tidak memiliki izin produksi.

Selain itu, obat yang tidak layak edar atau kadaluwarsa yang dijual kembali di pasaran termasuk obat palsu.

“Konsumsi obat palsu ini tentunya berbahaya bagi tubuh karena belum teruji efektivitasnya secara medis dan bisa jadi mengandung bahan yang berbahaya,” jelasnya, Rabu (27/7/2022).

Maraknya obat palsu beredar di pasaran tentunya membuat masyarakat kesulitan membedakan mana yang palsu dan yang asli.

Meskipun begitu, ada sejumlah perbedaan yang bisa ditemukan di antara keduanya. Salah satu ciri dari obat palsu adalah tablet yang mudah hancur, terkadang juga bantat.

Kondisi itu terjadi karena obat palsu diproduksi dengan kualitas yang berada di bawah standar seharusnya.

Ciri berikutnya adalah kemasan dan bentuk fisik berbeda. Meski dibuat mirip dengan obat asli, biasanya ada perbedaan yang dapat dilihat dari kemasannya baik dari warna maupun tulisan. Selain itu, tulisan juga mudah luntur dan biasanya tidak ada tanggal kadaluwarsa dan nomor registrasi yang tidak sesuai.

Guna menghindari obat palsu Endang mengimbau masyarakat untuk membeli obat di tempat-tempat penjualan resmi seperti di apotek berizin dan terpercaya. Selanjutnya, periksa label kemasan obat.

“Periksa label kemasan obat antara lain nomor izin edar obat, nama dan alamat produsen, dan tanggal kadaluwarsanya,” terangnya.

Berikutnya, periksa kemasan obat. Pastikan obat yang dibeli masih dalam keadaan tersegel baik. Lalu warna maupun tulisan dalam kemasan masih baik, tidak luntur, dan tidak dijumpai cacat lainnya

Disamping itu, kenali efek obat yang dikonsumsi. Usai konsumsi obat apakah efek yang diraskaan sesuai dengan klaim dari kegunaan obat. Misalnya parasetamol untuk penurun panas.

“Untuk memastikan obat itu asli atau palsu bisa di cek di laman BPOM,” pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini