Share

Unpad Buka Program Magister Berbasis Proyek, Bagaimana Pembelajarannya?

Arif Budianto, Koran SI · Selasa 26 Juli 2022 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 26 65 2636436 unpad-buka-program-magister-berbasis-proyek-bagaimana-pembelajarannya-IDF8W4mUqQ.jpg Unpad buka program magister berbasis proyek/Istimewa

BANDUNG - Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran program magister berbasis proyek. Di program ini, pembelajaran akan lebih banyak aplikatif langsung di lapangan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Profesor Arief S. Kartasasmita menjelaskan bahwa program Magister Bebrasis Proyek adalah program magister dijalankan secara aplikatif.

Pembelajaran akan akan lebih banyak untuk mengasah keterampilan mahasiswa dalam menyelesaikan kasus yang terjadi di dunia usaha maupun dunia industri.

“Unpad akan membuat program ini betul-betul proyek yang berbasiskan permasalahan dunia kerja dunia industri. Pendidikannya tidak berbasiskan teori, tetapi berbasiskan permasalahan riil di masyarakat,” kata Profesor Arief dalam keterangan resmi Kanal Media Unpad.

Karena berbasis aplikatif, pengajar pada program Magister ini tidak hanya dari kalangan dosen.

Unpad telah menjalin banyak mitra untuk mendatangkan praktisi prominen yang siap menjadi mentor dan mengenalkan berbagai studi kasus yang terjadi di dunia usaha maupun dunia industri.

Program ini ditawarkan kepada lulusan program Sarjana yang minimal memiliki pengalaman bekerja, atau bagi lulusan baru yang sebelumnya sudah memiliki pengalaman kerja magang.

Pendaftaran program Magister Berbasis Proyek dibuka hingga Selasa (2/8/2022) mendatang.

Profesor Arief menjelaskan, pendaftaran program ini juga tidak mensyaratkan kualifikasi sesuai program Magister sains murni.

Selain itu, luaran dari program ini juga tidak mensyaratkan publikasi internasional, tetapi menghasilkan solusi atau produk yang benar aplikatif, menjawab permasalahan, dan memiliki standar KKNI yang setara Magister sains.

“Untuk proyek yang dikerjakan bisa dari kasus yang dihadirkan dosen atau praktisi, bisa juga membawa kasus dari tempat kerja mereka untuk dipecahkan melalui kerja sama dengan dosen dan supervisor di Unpad,” imbuhnya.

Penyelenggaraan pembelajaran pada program Magister Berbasis Proyek ini akan menggunakan kombinasi pemberian ceramah (teori) secara daring serta pengerjaan proyek untuk kasus tertentu.

Profesor Arief menjelaskan, pemberian teori akan disesuaikan dengan kedalaman materi kasus yang akan dikerjakan.

“Jika diperlukan pemahaman materi lebih banyak, maka pemberian teori akan disampaikan secara online. Kalau memang lebih banyak aplikasi, maka akan sedikit teorinya,” terangnya.

Lebih lanjut Profesor Arief menjelaskan, kebutuhan pasar akan SDM di era revolusi industri 4.0 salah satunya adalah mereka yang memiliki jiwa problem solver dan kemampuan berpikir kritis.

“Unpad berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara menawarkan program Magister Berbasis Proyek,” jelasnya.

Ada empat program peminatan yang dibuka pada Program Magister Berbasis Proyek. Tiga peminatan tersebut, yaitu: Ekonomi Digital, Data Sains, Ilmu Hukum, serta Hukum dan Manajemen Infrastruktur.

Ke depan akan direncanakan untuk dibuka program peminatan lainnya yang relevan dengan kebutuhan di era revolusi industri.

“Empat program ini didasarkan atas tingginya permintaan pasar akan SDM di bidang hukum, ekonomi digital, data sains, dan masalah infrastruktur. Kita akan siapkan ahli atau SDM di bidang tersebut,” imbuh Profesor Arief.

Khusus untuk program ini, Unpad akan membuka perwakilan kantor di wilayah Jakarta. Pembukaan kantor ini untuk mengakomodasi urusan administratif ataupun hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran.

Khusus untuk program ini, Unpad akan membuka perwakilan kantor di wilayah Jakarta.

Pembukaan kantor ini untuk mengakomodasi urusan administratif ataupun hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini