Share

Psikolog Unpad Sebut Orangtua Berperan untuk Mencegah Perundungan Anak

Arif Budianto, Koran SI · Jum'at 22 Juli 2022 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 65 2634562 psikolog-unpad-sebut-orangtua-berperan-untuk-mencegah-perundungan-anak-91VtqwUyoN.jpg

BANDUNG - Mencuatnya kasus perundungan atau bullying di Tasikmalaya hingga menyebabkan anak meninggal dunia mengejutkan banyak pihak.

Terlebih, dalam kasus ini melibatkan anak-anak dan remaja sebagai pelaku perundungan. Lalu, bagaimana peran orangtua?

Dosen Departemen Psikologi Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Fitriani Yustikasari Lubis menyatakan, orang tua juga menjadi aktor penting dalam mengantisipasi perundungan anak. Peran tersebut dapat dilakukan sebelum atau ketika mengalami perundungan.

Fitri menjelaskan, orangtua perlu mendapat edukasi mengenai karakter anak yang potensial mengalami perundungan.

Jika karakter tersebut kemungkinan dimiliki oleh anaknya, orang tua perlu melakukan langkah antisipasi untuk memperkuat karakternya.

“Jadi kalau anak dirundung, anak harus bereaksi seperti apa. Biasanya anak-anak potensial dirundung lebih ke tidak punya keterampilan mempertahankan diri. Jadi kalau orang tuanya sudah bisa aware, bisa melakukan langkah antisipatif,” jelas dia sebagaimana dipublikasikan Kanal Media Unpad.

Langkah antisipatif yang dilakukan bisa berupa mengajarkan anak untuk bisa mempertahankan diri.

Kendati demikian, ia menekankan bahwa pengajaran ini bukan mendorong anak untuk menyakiti orang lain.

Akan tetapi, melatih anak untuk mampu mempertahankan diri saat mengalami tekanan dari luar.

“Lebih untuk mempertahankan diri, bukan untuk menjadi agresif,” kata Fitri.

Kendati sulit, terutama bagi anak dengan karakter rentan dirundung, Fitri menilai bahwa pengajaran yang baik dan konsisten dari orangtua akan membuat kapasitas anak menjadi bisa ditingkatkan.

Orangtua juga tidak tinggal diam tatkala menemukan anaknya telanjur menjadi korban perundungan.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyadari apabila ada perubahan perilaku anak. Beberapa anak cenderung sulit bercerita mengenai kondisinya kepada orang tua. Karena itu, ketika ada perubahan perilaku pada anak, orang tua harus menyadari dan langsung melakukan pendampingan.

“Mungkin saja anaknya tidak mau cerita, tetapi meyakinkan anak bahwa orang tua ada untuk dia itu penting. Mungkin tidak diminta untuk bercerita, tapi yakinkan anak bahwa orang tua siap mendampingi dan menguatkan,” jelasnya.

Hal ini yang kerap diabaikan orang tua ketika melihat anaknya mengalami perundungan.

Sikap orang tua cenderung lebih fokus pada kasus perundungannya, bukan pada kondisi psikologis anaknya.

Fitri mengatakan, depresi akut pada anak korban perundungan dapat berdampak serius. Pada level yang cukup tinggi, depresi akan menyebabkan reaksi fisik.

“Anak bisa jadi tidak berselera makan, tidak bisa tidur, gelisah, hingga dia merasa tidak punya kontrol atas dirinya karena depresinya,” tuturnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini