Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Anak-Anak Muda Bertani di Tengah Kota Besar

Natalia Bulan , Jurnalis-Selasa, 19 Juli 2022 |06:33 WIB
Kisah Anak-Anak Muda Bertani di Tengah Kota Besar
Ketua Karang Taruna Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan La Ode Hardian/Antara
A
A
A

Selama kurang lebih 20-30 hari, paling tidak hanya satu kali dalam sehari perawatan dilakukan. Perawatan ini misalnya mengganti air yang sudah kotor dan menambah nutrisi (bila perlu).

La Ode mengatakan, anak-anak muda tak membutuhkan waktu lama untuk memahami bertani dengan metode hidroponik.

Ketimbang mengajarkan melulu teori, mereka lebih mudah memahami cara bertani melalui praktik langsung.

Selain Andre dan Abihakim, masih ada lebih dari 30 orang warga Kelurahan Baru yang tergabung di dalam karang taruna di kelurahan dan masing-masing RW. Rerata usia mereka berada pada rentang 13-27 tahun.

Sebagian mereka menempuh pendidikan dari jenjang sekolah menengah pertama dan sebagian lain sudah bekerja.

Berbeda dengan saat awal pandemi COVID-19, sejak dua tahun terakhir, tak semua anggota karang taruna dapat mencurahkan sebagian besar waktunya untuk bertani.

Akibatnya, dari 14 RW di Kelurahan Kebon Baru, sekitar 8 RW yang masih aktif dalam pertanian perkotaan.

Data Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2021 menunjukkan, terdapat sebanyak 735 lokasi urban farming dan 269 diantaranya berada di Jakarta Selatan.

Dari sisi metode budidaya, hidroponik menempati urutan terbanyak yang dilakukan di Jakarta dengan total 175.

Sebagian besar usia penggiat urban farming berada dalam rentang usia 41-50 tahun dengan besaran 37 persen, diikuti usia lebih dari 50 tahun yakni 35,5 persen, kemudian usia 31-40 tahun sebanyak 19,5 persen. Pegiat pertanian di bawah 30 tahun mencapai 8 persen.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement