Share

5 Siswa Indonesia Borong Medali di Olimpiade Fisika Internasional Swiss

Bachtiar Rojab, MNC Media · Selasa 19 Juli 2022 05:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 624 2631959 5-siswa-indonesia-borong-medali-di-olimpiade-fisika-internasional-swiss-0HWkPJL6W9.jpg 5 pelajar Indonesia borong medali di ajang olimpiade Fisika Swiss/Istimewa

JAKARTA - Pelajar asal Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional.

Kali ini mereka menorehkan prestasi di ajang Olimpiade Fisika Internasional, International Physics Olympiad (IPhO) yang digelar pada 10-17 Juli 2022 di Zurich, Swiss.

Dalam olimpiade ini, pelajar Indonesia meraih satu medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Prestasi Nasional (Plt. Kepala Puspresnas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Asep Sukmayadi, turut mengapresiasi pencapaian Indonesia dalam Olimpiade Fisika tersebut.

Karena, kata Asep, acara yang diikuti oleh lima pelajar asal Indonesia tersebut, tak bisa dianggap remeh. Sebab, IPhO ke-52 yang digelar di Swiss ini diikuti oleh 368 siswa yang merupakan perwakilan dari 75 negara.

"Selamat untuk talenta fisika Indonesia dan seluruh tim. Terima kasih atas prestasinya yang membanggakan. Kita yakin ini akan terus menjadi inspirasi keunggulan anak-anak Indonesia dan harapan masa depan bangsa,” ujar Asep dalam keterangannya, Senin (18/7/2022).

Kelima siswa tersebut, yakni Jonathan Tjandra dari SMAK Calvin, Kemayoran, DKI Jakarta dengan torehan medali emas, John Howard Wijaya dari SMA Darma Yudha Pekanbaru, Riau dengan medali perak, Berwyn dari SMAK BPK Penabur, Jakarta Barat, DKI Jakarta dengan medali perak

Kemudian, David Michael Indraputra dari SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten dengan meraih medali perak; serta Althaaf Syaikha Nuhaad dari SMA Kesatuan Bangsa, Bantul, Yogyakarta yang meraih medali perunggu.

Adapun, seluruh peserta IPhO dari berbagai negara ini dikawal oleh 145 ketua tim (team leader) dan 67 pengamat (observer) serta 135 pengawas.

Kegiatan tersebut, berlangsung secara daring dan diikuti oleh 368 siswa yang merupakan perwakilan dari 75 negara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini