Share

Mahasiswa Medis di Inggris akan Dapat Belajar dengan Pasien Hologram, Bagaimana Caranya?

Natalia Bulan, Okezone · Rabu 29 Juni 2022 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 65 2620361 mahasiswa-medis-di-inggris-akan-dapat-belajar-dengan-pasien-hologram-bagaimana-caranya-8ZXoTTs8iZ.jpg Mahasiswa di Inggris akan belajar dengan bantunan pasien hologram/Business Wire

JAKARTA - Cambridge University, Inggris akan melakukan terobosan besar pada tahun depan.

Diketahui, para mahasiswa jurusan medis di perguruan tinggi tersebut akan mendapatkan pelatihan dengan pasien berwujud hologram.

Dikutip dari VOA Indonesia, teknologi ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar dalam skenario simulasi yang sangat realistis yang disebut Mixed Reality.

Berbeda dengan Virtual Reality (VR) yang sepenuhnya menggantikan lingkungan pengguna dengan elemen virtual, solusi ini menambahkan elemen virtual ke lingkungan nyata.

Dalam praktiknya, mahasiswa menggunakan headset yang disebut HoloLens untuk masuk ke simulasinya.

Teknologi ini sebenarnya masih dikembangkan di Cambridge University Hospitals (CHU), namun piranti lunaknya akan dirilis pada tahun ini.

Diketahui, CHU bermitra dengan Cambrigde University dan perusahaan teknologi yang berbasis di Los Angeles, GigXR dalam mengembangkannya.

Sekelompok mahasiswa tingkat doktoral telah menguji coba teknologi ini selama lima bulan terakhir.

Menurut rencana, akan lebih banyak fitur yang dihadirkan di dalam versi yang lebih baru.

Doktor Jonathan Martin, dari Cambridge University Hospitals, adalah salah seorang yang memimpin pengembangan simulasi itu.

"Simulasi ini memungkinkan mahasiswa mengalami kegagalan di lingkungan yang aman dan merasa aman jika mengalami kegagalan. Tentu saja, itu bukan sesuatu yang ingin kami lakukan dengan pasien sungguhan," jelasnya.

"Jadi, lingkungan simulasi memungkinkan mahasiswa untuk mengambil pelajaran berikutnya. langkah-langkah dalam pembelajaran mereka, di mana mereka memiliki lingkungan yang semakin nyata di sekitar mereka untuk mempraktikkan keterampilan dan teknik yang mereka perlukan ketika mereka berhadapan dengan pasien yang sebenarnya," tambahnya.

Teknologi ini juga akan membantu menyebarkan latihan simulasi berkualitas tinggi ke rumah sakit-rumah sakit dan universitas-universitas yang tidak mampu membeli simulator dengan ketelitian tinggi itu.

Hal ini dimungkinkan karena piranti lunaknya tidak hanya bisa diakses oleh HoloLens tapi juga oleh ponsel pintar asalkan kualitas gambar tidak menjadi pertimbangan utama.

“Pada akhirnya, apa yang kami inginkan adalah menghadirkan elemen-elemen dunia nyata dan membuatnya bereaksi terhadap elemen-elemen di ruang realitas tertambahkan. Seiring berkembangnya teknologi, kami ingin memanfaatkan alat-alat yang benar-benar dapat kami gunakan pada pasien,” imbuh Martin.

Untuk saat ini, baru satu modul tersedia. Modul ini berfokus pada kondisi pernapasan.

Mahasiswa medis bisa belajar mendeteksi dan mengatasi berbagai gangguan seperti asma, anafilaksis, emboli paru dan pneumonia.

Dalam jangka panjang, semakin banyak modul akan dibuat, dan serangkaian skenario akan tersedia.

Setiap modul akan memiliki tingkat kerumitan yang berbeda, mulai dari mode yang hanya dapat melihat, mode dengan keputusan terbantu, hingga mode ahli.

Cambridge University juga akan melakukan penelitian untuk mengevaluasi dampak proyek ini baik pada mahasiswa maupun pasien.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini