Share

Menteri LHK Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Brawijaya

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 24 Juni 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 65 2617754 menteri-lhk-raih-gelar-profesor-kehormatan-dari-universitas-brawijaya-v3982Ht6Eq.jpeg Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar raih gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Brawijaya/Avirista Midaada

MALANG - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar diberikan gelar Profesor Kehormatan oleh Universitas Brawijaya (UB).

Ia bakal dikukuhkan sebagai profesor yang aktif dari Fakultas Pertanian (Faperta) ke-30 dan profesor aktif ke-167 dari Universitas Brawijaya.

Siti Nurbaya diberikan gelar Profesor Kehormatan dalam bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Alam yang rencananya bakal dikukuhkan pada Sabtu besok (25/6/2022) di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya.

Siti Nurbaya menyampaikan, tentang kebaharuan (novelty) tentang Indonesia's Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, dengan memberikan target pembangunan yang sangat fokus pada sektor kehutanan.

Seluruh program kegiatan memiliki indikator dan satuan volume ukur yang sama, yaitu CO2e.

"Target kinerja sebelumnya menggunakan berbagai satuan, seperti hektar, m3, ton, dan rupiah. Indonesia's FOLU Net Sink 2030 mendorong kinerja sektor kehutanan menuju target pembangunan yang sama, yaitu tercapainya tingkat emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030," ucap Siti Nurbaya saat menyampaikan keterangan kepada media, pada Jumat sore (24/6/2022) di Universitas Brawijaya.

Siti menambahkan bahwa Indonesia's FOLU Net Sink 2030 merupakan agenda yang dibangun dengan basis spasial, untuk penentuan lokus aksi mitigasi penurunan emisi GRK sektor kehutanan dan lahan.

Penggunaan informasi spasial sangat diperlukan, agar aksi mitigasi dapat dilaksanakan dengan efektif dan berkontribusi secara signifikan pada penurunan emisi GRK.

Terutama di wilayah wilayah lokus prioritas. FOLU Net Sink telah dimandatkan melalui Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2021, untuk mencapai kondisi net sink sektor kehutanan dan lahan di tahun 2030.

"Sektor FOLU memiliki peranan yang penting untuk mengimbangi emisi dari sektor energi. Pengurangan emisi sektor FOLU akan sangat bergantung pada upaya seperti pengurangan emisi dari deforestasi, pengurangan emisi lahan gambut, peningkatan kapasitas hutan alam, dan berbagai upaya lainnya," terangnya.

Wanita berusia 65 tahun itu menyatakan, bahwa semua langkah aksi Indonesia's FOLU Net Sink 2030 telah dirancang secara rinci dan terintegrasi.

Agar dapat memberikan manfaat ganda berupa pengurangan terukur laju emisi, perbaikan dan peningkatan tutupan kanopi hutan dan lahan.

"Lalu juga sebagai perbaikan berbagai fungsi utama hutan seperti tata air, iklim mikro, ekosistem, konservasi keanekaragaman hayati, juga sebagai sumbangan bagi kesejahteraan, kesetaraan dan kesehatan masyarakat serta tegaknya hukum, yang kemudian ditentukan prioritas lokusnya," tuturnya.

Aksi mitigasi tersebut disebut Siti menjadi bagian dari improvement dan sistematisasi dari kegiatan 'business as usual' yang telah berlangsung pada sektor kehutanan.

Indonesia's FOLU Net Sink 2030 juga merupakan aksi mitigasi yang menunjukkan ambisi aksi iklim dalam pelaksanaan target kinerja melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan sistematis.

"Sehingga Indonesia dapat memberikan contoh kejujuran bahwa komitmen bukan hanya sekedar janji pledge, akan tetapi betul-betul bekerja dalam delivered commitment," bebernya.

Sementara itu, Direktur UB Forest, Prof Eko Ganis Sukoharsono menjelaskan bahwa ini pertama kalinya kampus Universitas Brawijaya menganugerahkan gelar profesor kehormatan.

Tentunya gelar tersebut diberikan bukan tanpa alasan.

Universitas Brawijaya telah melakukan penilaian, evaluasi atas kinerja serta sumbangsih yang diberikan oleh Siti Nurbaya Bakar.

Termasuk kontribusi teori serta kebijakan sesuai bidang ilmu serta bidang kerja yang bersangkutan.

Setelah melalui proses yang panjang bertahun-tahun akhirnya yang bersangkutan diputuskan mendapat gelar profesor kehormatan.

"Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada anak bangsa yang memiliki kontribusi luar biasa. Penganugerahan profesor kehormatan ini yang pertama kali karena sebelumnya hanya guru besar luar biasa saja," pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini