Share

Puluhan SD Negeri Kekurangan Siswa karena Tergerus Sekolah Swasta

Erfan Erlin, iNews · Jum'at 24 Juni 2022 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 624 2617431 puluhan-sd-negeri-kekurangan-siswa-karena-tergerus-sekolah-swasta-MRYAIMQofM.jpg Ilustrasi/Freepik

SLEMAN - Sebanyak 23 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sleman mengalami minim pendaftar.

Mereka hanya mendapatkan siswa yang jumlahnya kurang dari 10 orang. Kendati demikian, Dinas Pendidikan Sleman belum memutuskan akan melakukan regrouping atau tidak.

Sekretaris Disdik Sleman Sri Adi Marsanto mengatakan, penyebab adanya sekolah yang memiliki minim peminat diduga karena minimnya lulusan TK atau usia SD, di wilayah tersebut. Di samping mungkin karena keberhasilan program Keluarga Berencana dari pemerintah.

Penyebab lainnya adalah animo wali murid untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah swasta cukup tinggi.

Serta tak sedikit memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah berasrama atau pondok pesantren yang kini memang tengah moncer.

"Sekolah-sekolah swasta memang kini banyak yang berbenah. Sehingga mereka semakin diminati,"tutur dia, Kamis (23/6/2022).

Ia mengakui saat ini banyak sekolah swasta yang berdiri dan memiliki teknik kegiatan belajar mengajar yang baik.

Dengan demikian, wajar jika semakin banyak menarik wali murid menyekolahkan anak mereka ke sana.

Pihaknya tidak bisa membendung inovasi yang dilakukak olehn sekolah swasta sehingga dianggap memiliki keunggulan.

Karena mereka juga harus membiarkan sekolah swasta berkembang agar bisa bersaing dengan sekolah lain.

"Setiap orang tua punya pilihan masing-masing bagi anaknya, yang menurut mereka itu yang terbaik bagi anak," ucapnya.

Kendati Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sleman berakhir pekan lalu, namun pihaknya akan mengevaluasi sejumlah hal dalam pelaksanaan.

Apalagi para wali murid yang ikut dalam pelaksanaan PPDB juga telah terbiasa dengan sistem PPDB.

"Jadi ketika ada yang datang ke Posko PPDB, itu hanya ingin memantapkan benar tidaknya informasi yang mereka terima atau dapatkan dari sistem," ungkapnya,

Dengan banyaknya SD yang minim peminat maka ia tidak menampik jika regrouping sekolah menjadi opsi ke depan.

Kendati demikian, opsi tersebut belum tentu mereka tempuh karena ketika akan memutuskan regroup sekolah, akan ada banyak pertimbangan.

Apalagi bila harus memutuskan regrouping karena alasan minimnya peminat saat PPDB.

Sekolah maupun Disdik tentunya bukan hanya memikirkan siswa di kelas I atau tingkat pertama.

Tak hanya itu, mereka juga harus melibatkan guru, tenaga kependidikan, warga sekitar hingga siswa itu sendiri.

"Banyak pertimbangan. Tidak serta merta (regrouping) bisa langsung dilaksanakan," tambahnya.

Ia tidak menampik jika sebenarnya regrouping bertujuan pula menciptakan efektivitas dan efisiensi di sektor pendidikan.

Namun demikian sudah dalam tiga hingga empat tahun terakhir ini, tak ada regrouping sekolah di Kabupaten Sleman, lanjutnya.

"Kalau memang ada sekolah perlu diregroup, harus dicek satu per satu secara menyeluruh dan melibatkan banyak pihak," tandasnya.

Sebagai salah satu sekolah dengan minim peminat pada PPDB 2022/2023, seorang guru di SD Negeri Banyurejo 4 Emmy Wulandari menyatakan pihaknya sudah berusaha maksimal untuk mendapatkan peserta didik baru.

Di antaranya dengan beragam upaya promosi, ia dan guru-guru juga mengusahakan dengan keras agar sekolah tersebut terus meningkat jumlah peminatnya.

"Kami juga menyesalkan ada pihak yang kerap mengembuskan kabar tak sedap bahwa sekolah ini akan diregrouping. Sehingga peminat berkurang,"kata dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini