Share

Rekam Jejak Pendidikan Presiden Jokowi yang Berulang Tahun Hari Ini

Natalia Bulan, Okezone · Selasa 21 Juni 2022 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 624 2615220 rekam-jejak-pendidikan-presiden-jokowi-yang-berulang-tahun-hari-ini-XZ5DlPrcZp.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Biro Pers Kepresidenan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah berulang tahun yang ke-61 hari ini.

Jokowi menjadi Presiden RI ke-7 yang menjabat sejak 20 Oktober 2014 dan mendapatkan dua periode hingga 2024 mendatang.

Ia menjadi Presiden Indonesia pertama sepanjang sejarah yang latar belakangnya bukan berasal dari elit politik atau militer Indonesia.

Rekam jejak pendidikan Presiden Jokowi juga menarik untuk diulas mengingat ia berasal dari keluarga sederhana.

Presiden Jokowi lahir dari pasangan Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi, dia adalah anak sulung dan putra satu-satunya dari empat bersaudara.

Ia memiliki tiga adik perempuan bernama Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati.

Presiden Jokowi sebenarnya memiliki adik laki-laki bernama Joko Lukito, namun meninggal saat persalinan.

Pendidikannya diawali dengan masuk SD Negeri 112 Tirtoyoso yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah ke bawah.

Kondisi ekonomi keluarganya yang sulit membuatnya terpaksa membiayai sendiri keperluan sekolah dengan menjadi ojek payung dan kuli panggil.

Saat anak-anak lain ke sekolah menggunakan sepeda, ia memilih tetap berjalan kaki.

Presiden Jokowi mewarisi keahlian bertukang kayu dari sang ayah, dan mulai bekerja sebagai penggergaji di saat usia 12 tahun.

Setelah lulus SD, ia melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri 1 Surakarta, kemudian setelah lulus, ia sempat ingin masuk ke SMA Negeri 1 Surakarta namun gagal sehingga akhirnya ia masuk ke SMA Negeri 6 Surakarta.

Memiliki kemampuan akademis yang cukup baik, ia diterima di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kesempatan ini kemudiania gunakan untuk mempelajari struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya.

Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan menyelesaikan skripsi yang berjudu; 'Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta' dan mendapatkan gelar insinyur (Ir.).

Selain kuliah, Presiden Jokowi juga tercatat aktif sebagai anggota Mapala Silvagama, unit kegiatan mahasiswa pencinta alam di fakultasnya.

Ia lulus dari UGM pada tahun 1985 dan melanjutkan bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh, ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Namun, ia merasa tidak betah dan menyusul Iriana yang saat itu sudah dinikahinya dan tengah mengandung tujuh bulan.

Ia kemudian bertekad berbisnis di bidang kayu dan bekerja di usaha milik pamannya, Miyono di bawah bendera CV Roda Jati.

Tahun 1988, ia memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu yang diambil dari nama anak pertamanya.

Usaha itu berjaya dan juga naik turun karena tertipu pesanan yang tidak dibayar. Namun, di tahun 1990 ia bangkit dengan pinjaman modal Rp30 juta yang didapat dari ibunya.

Usaha ini kemudian membawanya bertemu dengan Bernard Chene, pria berkebangsaan Prancis yang memberinya panggilan populer 'Jokowi' hingga kini.

Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya.

Pengaturan kota yang baik di Eropa pun mejnadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk masuk ke dunia politik.

Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujdukan kota yang bersahabat untuk penghuninya yaitu daerah Surakarta.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini