Share

Jejak Pendidikan Bung Tomo, Anak Priyayi yang Aktif di Kegiatan Kepemudaan dan Perrjuangan

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 11 Juni 2022 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 624 2609309 jejak-pendidikan-bung-tomo-anak-priyayi-yang-aktif-di-kegiatan-kepemudaan-dan-perrjuangan-Hx4pxpCj3J.jpg Bung Tomo/Istimewa

JAKARTA - Bung Tomo merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang terkenal karena perjuangannya pada pertempuan 10 November 1945 di Surabaya.

Dalam pertempuran ini, Bung Tomo bersama rakyat Surabaya melawan Belanda yang datang dengan membonceng Netherlands Indies Civil Administration (NICA).

Bung Tomo dikenal sebagai pahlawan yang berjuang di jalur agitasi dan propaganda, pidatonya selalu berhasil memberikan semangat bagi para warga, khususnya masyarakat Surabaya, dalam melawan penjajah.

Bung Tomo yang memiliki nama asli Sutomo ini lahir di Surabaya pada 3 Oktober 1920.

Ia merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ayahnya bernama Kartawan Tjipwidjojo, seorang priyayi kelas menengah yang pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan hingga staf perusahaan swasta.

Sedangkan ibunya bernama Subastita. Bung Tomo memulai pendidikan formalnya di Hollandsch Inlandsche School (HIS), sekolah bumiputra.

Setelah lulus dari HIS, ia masuk ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), yang merupakan sekolah dengan campuran bahasa Belanda. Pada usia 12 tahun, Bung Tomo mengundurkan diri dari MULO.

Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di HBS (Hoogere Burgerschool) melalui korespondensi. Bung Tomo lulus secara tidak resmi dari HBS.

Untuk mengganti pendidikan formalnya itu, Bung Tomo lalu bergabung dengan Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI).

Di sini Bung Tomo mendapatkan banyak semangat nasionalisme dan perjuangan.

Ia mulai aktif dalam gerakan sosial kemasyarakatan, kepemudaan, dan perjuangan. Bung Tomo berhasil meraih tingkat Pandu Garuda di KBI pada usia 17 tahun dan mulai dikenal banyak orang. Selain aktif dalam kegiatan kepanduan, Bung Tomo juga suka menulis dan pernah bekerja sebagai jurnalis.

Kemudian ayahnya menyuruh Bung Tomo meneruskan pendidikan formal dengan masuk ke perguruan tinggi. Bung Tomo akhirnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, karena pilihan keluarganya.

Sebenarnya Bung Tomo lebih menyukai studi tentang sosial kemasyarakatan. Selama berkuliah, Bung Tomo sempat berhenti karena tergabung dalam gerakan kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, ia baru menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1968 dan dinyatakan lulus setahun setelahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini