Share

Anak Ikut UTBK SBMPTN 2022, Orangtua Ikut Berdebar: Enggak Bisa Mikir, Deg-degan

Widya Michella, MNC Media · Sabtu 28 Mei 2022 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 28 624 2601785 anak-ikut-utbk-sbmptn-2022-orangtua-ikut-berdebar-enggak-bisa-mikir-deg-degan-eKlE0Eg3TC.jpg Orangtua yang turut mendampingi anaknya UTBK SBMPTN 2022 di UNJ/Widya Michella

JAKARTA - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) 2022 gelombang kedua hari pertama di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada sesi kedua tengah berlangsung hari ini.

Berdasarkan pantauan MNC Portal pukul 12.07 WIB, ratusan peserta tampak dikumpulkan di satu tenda dekat ruangan lokasi ujian di UPT TIK UNJ.

Tak hanya peserta saja yang hadir di lokasi ujian, namun ada pula beberapa orang tua dengan wajah cemas dan gelisah melihat sang anak berkumpul untuk menunggu pelaksanaan ujian sesi kedua ini.

Satu di antara orang tua peserta UTBK dari SMAN 2 Bekasi, yakni Komang (47) mengaku deg-degan menunggu sang anak. Pasalnya, hal ini kali pertama anaknya mengikuti UTBK di tahun ini.

"Deg-degan, ya semoga sesuai yang dicita-citakan aja dia maunya ke kampus mana supaya bisa masuk. Enggak bisa mikir deg-degan, pokoknya terbaik buat anak,"kata Komang saat ditemui MNC Portal, Sabtu,(28/05/2022).

Sama halnya dengan sang Istri, Made (47) yang ikut berdampingan menunggu anaknya hingga selesai ujian. Dia mengaku berangkat ke lokasi ujian satu jam sebelumnya.

"Tadi pagi memang rencana berangkat sejam sebelumnya sudah sampai di sini. Anaknya juga sudah ready, semua sudah dilengkapi persyaratannya,"kata Made.

Made mengatakan dirinya selalu mendukung anak pertamanya untuk berkuliah sesuai minat dan bakat.

Bahkan sang anak yang hobi menggambar telah diberikan bimbel gambar persiapan masuk perguruan tinggi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD).

"Kebetulan mau masuk Desain Interior jadi memang perlu ada pemahaman dan lebih ditingkatkan menggambarnya. Anak saya pilih di ITB dan ISI Bali karena memang dia passionnya disitu jadi kita hanya bisa mengarahkan aja,"ujar Made.

Berbeda halnya dengan Slamet Junaidi (54), salah satu orang tua peserta dari SMA Yadika 8 Bekasi yang tak merasa panik. Ia berharap sang anak berhasil dalam ujian tersebut.

"Perasaan biasa aja. Di sini sambil liat kondisi lingkungan kampus, saya ikutin keinginan anak. Dua-duanya milih IPB jadi ilmu gizi dan teknologi pangan,"kata dia.

Slamet juga tak mempermasalahkan jika sang anak nantinya tidak lolos. Menurutnya apapun hasilnya harus disyukuri dan diterima dengan lapang dada.

"Jalanin mengalir apa adanya saja, kalau toh nanti kita berharap bisa lolos, kalau enggak ya itu bagian dari risiko. Apapun hasilnya harus disyukuri diterima,"ujarnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini