Share

Kisah Kuswantoro, Tunanetra Peserta UTBK SBMPTN 2022 yang Bercita-cita Bagikan Ilmu ke SLB

Priyo Setyawan, Koran SI · Jum'at 20 Mei 2022 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 624 2597192 kisah-kuswantoro-tunanetra-peserta-utbk-sbmptn-2022-yang-bercita-cita-bagikan-ilmu-ke-slb-PGFZfI2jJB.jpg Kuswantoro saat mengerjakan soal UTBK SBMPTN 2022 di UNY/Dok. Humas UNY

SLEMAN - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi tempat Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) 2022 gelombang pertama yang sudah digelar sejak 17 Mei hingga 23 Mei 2022 mendatang.

Gedung Islamic Development Bank (IDB) Fakultas Ekonomi (FE) UNY menjadi satu di antara lokasi yang ada di kampus tersebut dan ini merupakan lokasi untuk peserta berkebutuhan khusus.

Tercatat ada enam peserta tunanetra yang mengikuti UTBK SBMPTN 2022 di UNY, Kamis (19/5/2022). Satu di antaranya bernama Kuswantoro yang merupakan alumni MAN 2 Sleman yang berasal dari Pemalang, Jawa Tengah.

Kuswantoro yang memiliki keterbatasan penglihatan ini tidak patah semangat menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam SBMPTN 2022 ini, Kuswantoro memilih program studi (Prodi) Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan (PLB FIB) FIP UNY.

Kuswantoro bercita-cita ingin mendarmabaktikan ilmu yang dimilikinya pada siswa sekolah luar biasa. Berbagai usaha untuk lolos dari SBMPTN pun dia lakukan seperti mengerjakan soal-soal di Quipper.

Kuswantoro berpesan pada siswa yang akan menempuh studi lanjut agar tidak mudah menyerah, apalagi yang tidak berkebutuhan khusus.

"Saya yang punya keterbatasan pun masih terus bersemangat." katanya.

Penanggungjawab Lokasi (PJL) Ruang Laboratorium IDB FE UNY Satya Perdana, mengatakan komputer yang digunakan mengerjakan soal UTBK calon mahasiswa berkebutuhan khusus ini mempunyai spesifikasi tersendiri termasuk adanya fasilitas voice command, software dan audio yang mendukung.

"Bagi para tunanetra yang melakukan tes UNY kami sediakan pendamping masing-masih satu orang per calon mahasiswa yang diambil dari prodi Pendidikan Luar Biasa FIP" katanya.

Karena dosen dari prodi ini telah berpengalaman dalam melayani dan berkomunikasi dengan orang berkebutuhan khusus. Harapannya dapat meminimalisasi kendala yang terjadi agar bisa mendapatkan hasil tes yang terbaik karena ini merupakan sinergi yang baik antara panitia pusat dengan UNY.

"Ini merupakan salah satu peran UNY dalam sustainable development goals pada bidang pendidikan bermutu dan mengurangi ketimpangan," jelasnya.

Menurutnya proses yang dilakukan yaitu dengan menyeleksi calon mahasiswa yang kredibel untuk dididik sebagai guru atau ilmuwan sesuai pilihan jenjang dan jurusan perkuliahannya, kemudian diberikan ilmu yang sesuai denga program studinya sekaligus diberikan tambahan softskill yang menunjang kapabilitasnya dalam merebut peluang kerja.

UNY juga ramah disabilitas dan calon mahasiswa berkebutuhan khusus pun tidak segan menempuh pendidikan di UNY.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini