Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daftar Organisasi Ekstra Kampus Terbesar di Indonesia, dari PMII hingga HMI

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Minggu, 22 Mei 2022 |12:17 WIB
Daftar Organisasi Ekstra Kampus Terbesar di Indonesia, dari PMII hingga HMI
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

•Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)

Mengutip dari laman resmi GMKI, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia merupakan organisasi mahasiswa yang sudah didirikan sejak 9 Februari 1950. Cikal bakal GMKI adalah Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV) yang telah ada sejak 28 Desember 1932 di Kaliurang, Yogyakarta.

Untuk menggantikan CSV op Java yang berakhir karena kedatangan Jepang ke Indonesia yang melarang seluruh kegiatan organisasi pada zaman koloni Belanda, sejumlah mahasiswa kedokteran dan hukum di Jakarta pun berembuk membentuk organisasi mahasiswa Kristen. Saat ini, GMKI tersebar di Tanah Air dengan 90 cabang. GMKI memiliki tri panji berupa tinggi iman, tinggi ilmu, dan tinggi pengabdian. Mereka bukan organisasi politik, namun organisasi yang berlandaskan gerejawi.

•Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berdiri pada 14 Maret 1964 atau 29 Syawal 1384 dan menerapkan aqidah Islam berlandaskan Al-Quran dan As-Sunah. Organisasi ini merupakan bagian dari Angkatan Muda Muhammadiah (AMA). Ada dua faktor yang mendorong pembentukan IMM, yakni faktor internal dan eksternal.

Faktor internal berdasarkan dorongan hati dari Muhammadiyah sendiri, sementara faktor eksternal dipicu dari persoalan umat Islam dan apa yang terjadi di Indonesia. IMM adalah wadah bagi penyaluran ide pembaharuan dan pengembangan, sesuai dengan kompetensi dasar mereka: religius, intelektualitas, dan humanitas.

•Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Mengutip dari situs HMI Komisariat Sastra UM, Himpunan Mahasiswa Islam digagasi oleh Lafran Pane, mahasiswa STI (Sekolah Tinggi Islam, sekarang Universitas Islam Indonesia), bersama 15 mahasiswa lainnya. Berawal dari observasinya mengenai mahasiswa Islam yang pada saat itu belum memahami dan mengamalkan agama, Lafran Pane kemudian mengadakan sebuah rapat pada jam perkuliahan Tafsir.

Rapat dilakukan di salah satu ruang kuliah STI di Jalan Setiodiningratan Yogyakarta, pada 5 Februari 1947. Dari hasil rapat tersebut, diresmikanlah HMI sebagai organisasi mahasiswa Islam. HMI memiliki tujuan untuk mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia, serta menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Namun, terdapat perpecahan internal akibat Orde Baru yang memaksa untuk menerapkan asas tunggal Pancasila. Perpecahan itu kemudian membuat HMI terbagi dua, yaitu HMI Dipo dan HMI MPO.

Dilansir dari berbagai sumber:

Alifia Nur Faiza/Litbang MPI

(Widi Agustian)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement