Share

Tangis Haru Guru P3K di Cimahi Terima SK dari Plt Wali Kota setelah Menanti 32 Tahun

Adi Haryanto, Koran SI · Sabtu 14 Mei 2022 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 624 2594066 tangis-haru-guru-p3k-di-cimahi-terima-sk-dari-plt-wali-kota-setelah-menanti-32-tahun-fSRw2p0Jdw.jpg Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat serahkan SK ke P3K/Adi Haryanto

CIMAHI - Setelah menanti cukup lama, sejumlah Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K) formasi tahun 2021 kota Cimahi dinyatakan lulus.

Kesempatan yang ditunggu-tunggu ini baru terealisasi pada pertengahan tahun 2022 ini.

"Saya sudah 32 tahun jadi honorer, dan sekarang akhirnya bisa jadi ASN. Alhamdulillah bahagia sekali," kata salah seorang P3K, Kukis Priatny Ningrum (56) setelah penyerahan SK, Jumat (13/5/2022).

Guru asal Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi itu hadir bersama ratusan peserta lainnya untuk menerima SK P3K di Gedung Cimahi Techno Park, Kota Cimahi.



Dia mengaku tidak menyangka akhirnya perjuangannya selama puluhan tahun menjadi seorang guru honorer membuahkan hasil.

Sekarang dirinya resmi menanggalkan status honorernya, sebab sudah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kategori P3K.

Tugasnya sebagai guru honorer sudah dimulai sejak tahun 1990-an dengan mengajar di sebuah sekolah dasar swasta di Kota Cimahi.

Ketika itu ibu rumah tangga tersebut hanya mendapatkan upah Rp100 ribu setiap bulannya.

Meskipun upah tak seberapa, tapi dirinya menikmati perannya sebagai guru.

Sebab setiap harinya bisa membagikan ilmu yang didapatnya selama kuliah di salah satu sekolah tinggi di Kota Cimahi.

Seperti kebanyakan tenaga honorer lainnya, Kukis sangat ingin sekali diangkat menjadi ASN.

Kesempatan itu baru dicobanya pada tahun 2013 ketika mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) namun gagal.

Awalnya dia mau menyerah karena usianya yang sudah tidak memungkinkan menjadi PNS.

Namun adanya skema baru menjadi abdi negara dari pemerintah, melalui jalur P3K membuat harapannya kembali muncul.

Sempat gagal di tahun 2019, dia kembali mencoba di tahun 2021 saat dibuka.

Akhirnya ia bisa loloswalaupun sebetulnya pada awalnya tidak terlalu yakin mengingat usianya sudah menginjak 56 tahun dan banyak pesaing yang masih muda.

"Saya memiliki waktu sekitar empat tahun untuk mengabdikan dirinya sebagai P3K. Ini akan dimanfaatkan untuk mengabdi kepada anak-anak di SDN Karangmekar Mandiri 1," sebutnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana meminta para ASN P3K yang baru saja diberikan SK ini untuk sama-sama menjaga nama baik instansi.

Selain itu yang terpenting harus berkomitmen untuk mencerdaskan para peserta didiknya.

"Semoga mereka bisa berkomitmen menyalurkan ilmunya kepada peserta didik. Saya serahkan masa depan anak cucu kita semua untuk mendapatkan bimbingan," imbuhnya. adi haryanto

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini