Share

Menko PMK Dorong Akademisi Entaskan Kesenjangan Akses Digital

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 12 Mei 2022 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 65 2592804 menko-pmk-dorong-akademisi-entaskan-kesenjangan-akses-digital-OvE4kRaTwD.jpg Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto : MPI/Istimewa)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa penggunaan teknologi digital di Indonesia semakin pesat setelah pandemi Covid-19. Dirinya pun mendorong akademisi untuk berperan aktif dalam mengentaskan kesenjangan digital di masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan keynote speech Halal Bi Halal Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI).

“Ini sekarang sudah mulai terjadi. Kita bisa saksikan ketika mau tidak mau kita harus mengambil keputusan bahwa anak-anak sekolah kita karena ada wabah Covid-19 harus belajar daring dari rumah. Yang artinya harus menggunakan teknologi informasi yang ada,” kata Muhadjir dikutip dari keterangan resminya, Kamis (12/5/2022).

Kata Muhadjir, penggunaan teknologi digital yang semakin masif secara teknis telah membawa ketimpangan dalam hal akses teknologi. Hal ini berkaitan dengan konteks keadilan dan kesejahteraan digital yang menuntut adanya pemerataan akses masyarakat terhadap sarana-prasarana teknologi digital.

“Untuk masyarakat urban (perkotaan) yang memiliki akses cukup besar tidak ada masalah, tetapi masyarakat rural (pedesaan) yang jauh dari akses internet, jauh dari akses teknologi informasi tentu saja dia akan semakin tertinggal,” ujarnya.

“Satu sisi ini adalah proses percepatan, tetapi di satu sisi ada yang tertinggal dan yang tertinggal akan semakin jauh tertinggal,” imbuh Muhadjir.

Karena itu, menurut Muhadjir, tugas dari akademisi dan cendekiawan untuk ikut membantu mewujudkan kesejahteraan digital dan mengentaskan ketimpangan akses teknologi digital ini. Melalui kampus UICI, dia berharap ada kontribusi nyata untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah ketimpangan ini.

“Maka tugas UICI termasuk KAHMI bagaimana memastikan bahwa yang tidak terjangkau ini tidak tertinggal terlalu jauh. Dan kita harus punya misi suci bagaimana kita ikut terlibat dalam penanganan ini,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini