Share

Penyakit Hepatitis Misterius Menyebar di Beberapa Negara, Ini Penjelasan Pakar Unpad

Arif Budianto, Koran SI · Selasa 10 Mei 2022 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 65 2591592 penyakit-hepatitis-misterius-menyebar-di-beberapa-negara-ini-penjelasan-pakar-unpad-84sSZDSQ8T.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANDUNG - Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Dwi Prasetyo memberi penjelasan mengenai penyakit hepatitis akut yang saat ini dilaporkan muncul di beberapa negara.

Menurut Dwi, hepatitis misterius sejatinya merupakan penyakit hepatitis yang tidak diketahui etiologinya. Hal ini terungkap setelah pemeriksaan awal yang dilakukan otoritas kesehatan Inggris terhadap pasien anak-anak yang terindikasi terkena penyakit tersebut.

BACA JUGA: Paracetamol Diduga Jadi Penyebab Hepatitis Misterius Selain Anjing, Ini Faktanya!

“Hepatitis yang biasa kita kenal ada A, B, C, D, dan E. Kejadian di Inggris itu sudah diperiksa ternyata negatif lima hepatitis tersebut. Makanya mereka melaporkan jenis hepatitis yang tidak diketahui etiologinya atau jenis hepatitis non A, B, C, D, E,” papar Prof. Dwi kepada Kanal Media Unpad dalam siaran persnya.

Sampai saat ini, para ahli masih menyelidiki penyebab dari hepatitis misterius tersebut. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit tersebut. Hal ini pun direspons Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan mengeluarkan imbauan kewaspadaan dini, terutama untuk dokter anak, dokter umum, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Lebih lanjut Kepala Divisi Gastrohepatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad ini menjelaskan, imbauan kewaspadaan IDAI tersebut dikeluarkan mengingat banyak kasus yang dilaporkan terjadi pada kelompok anak-anak.

BACA JUGA: Menkes: Sudah 15 Anak Kena Hepatitis Misterius

“Saat ini yang dilaporkan masih anak-anak, tetapi tidak mustahil bisa menular ke orang dewasa. Sekarang masih ditelusuri,” ujarnya.

Ada beberapa kemungkinan anak-anak rentan tertular hepatitis misterius. Prof. Dwi menduga hal ini karena perkembangan imunitas anak yang belum kuat. Apalagi laporan penularan penyakit ini juga terjadi pada bayi yang baru lahir.

“Ini masih diteliti terus, nanti dilihat juga apakah anak-anak yang kena ini ada komorbid, sehat-sehat saja, atau punya gangguan imunitas,” imbuhnya.

Prof. Dwi menjelaskan, di luar kasus hepatitis misterius, hepatitis merupakan penyakit yang rentan menular. Penularan hepatitis A ditularkan dari mulut dan pola hidup yang tidak sehat. Hal ini rentan terjadi pada anak-anak sekolah yang kesadaran menjaga kebersihannya masih kurang. Sementara hepatitis B dan C ditularkan melalui produk darah, di antaranya transfusi darah.

“Untuk hepatitis yang tidak diketahui masih belum tahu persis menular lewat mulut atau transfusi. Bisa juga menular lewat semuanya,” ungkapnya. Penyakit hepatitis A lebih ringan dari jenis Hepatitis B dan C. Kendati demikian, ada beberapa kasus hepatitis A akut yang kemudian berlanjut menjadi kronis dan bisa menyebabkan kematian.

Namun, angka kematian akibat hepatitis A tidak terlalu banyak. Sementara hepatitis B dan C cenderung lebih berat dan bisa lanjut menjadi kronis. Pada beberapa kasus bisa meningkat menjadi sirosis berupa kerusakan organ hati. Hal ini kemudian memicu kanker pada penderitanya. Meski demikian, penderira hepatitis B dan C bisa sembuh melalui pengobatan yang terus berkembang.

Sementara hepatitis D dan E seringnya menempel atau koinsiden pada hepatitis A, B, dan C. Karena itu, dua hepatitis ini jarang dilakukan pemeriksaan. Hingga saat ini, baru hepatitis A dan B yang sudah memiliki vaksin. Bahkan, vaksinasi hepatitis B sudah masuk program imunisasi nasional, sehingga bisa diperoleh di tingkat layanan kesehatan primer secara gratis.

Meskipun belum diketahui apakah dua jenis vaksin tersebut bisa mencegah penularan hepatitis misterius, Prof. Dwi menegaskan bahwa vaksinasi hepatitis tetap wajib dilakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini