Share

Nasib Guru di Surabaya Masih Banyak yang Memprihatinkan, PGRI Salurkan Bantuan

Aan Haryono (Koran Sindo), Koran SI · Kamis 28 April 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 624 2586679 nasib-guru-di-surabaya-masih-banyak-yang-memprihatinkan-pgri-salurkan-bantuan-3Jry4MKfTA.jpg Pemberian bantuan kepada guru di Kantor PGRI Kota Surabaya. (Foto: MPI)

SURABAYA – Nasib para guru di Surabaya, Jawa Timur masih banyak yang memprihatinkan, dengan kehidupan yang masih berada di bawah garis kemiskinan, terutama selama masa pandemi Covid-19. Kondisi ini yang memantik semua pihak untuk saling membantu.

Pada Selasa (25/4/2022) setidaknya ada 118 orang guru yang mendapatkan bantuan langsung, yang diserahkan di Kantor PGRI Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan kaki palsu untuk Guru SMP Negeri 12, Farid Ma’ruf dan Guru SDN Kupang Krajan, Sunar. Kemudian pemberian kursi roda untuk Wardatul yang mengidap Cerebral Palsy, serta pemberian sepeda kepada Gatot Siswanto yang berprofesi sebagai petugas kebersihan SDN Menur Pumpungan.

Ia menuturkan, langkah PGRI Kota Surabaya sudah benar telah membantu para guru dan tenaga pendidik yang mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan belajar dan mengajar di lingkungan sekolah. Baginya, perhatian yang diberikan adalah salah satu bentuk sumbangsih untuk membangun Kota Surabaya.

“Saya matur nuwun (terima kasih) kepada PGRI yang menjadi bagian Pemkot Surabaya. Tolong bahagiakan seluruh guru di Kota Surabaya. Njenengan (Anda) bisa berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dan terus cari para guru yang memang betul membutuhkan bantuan,” kata Eri.

BACA JUGA: Pengumuman! Formasi Guru PPPK Dibuka Sebanyak 758.018 Tahun Ini

Ia juga meminta PGRI Kota Surabaya dan seluruh Kepala Sekolah untuk bisa berkolaborasi dengan jajaran pemkot, dengan melakukan pendataan kepada para guru, tenaga pendidik, hingga pelajar yang membutuhkan bantuan. Sebab, ia tak menginginkan para pahlawan tanpa tanda jasa dan pelajar Kota Surabaya masih mengalami kesusahan.

“Tolong nanti di cek lagi, siapa saja yang membutuhkan bantuan, mulai guru sampai murid. Nanti sampaikan kepada PGRI Kota Surabaya untuk disampaikan kepada Pemkot Surabaya, karena kita harus ciptakan para pemimpin yang memiliki akhlakul karimah. Itu adalah tugas saya dan para guru,” ungkapnya.

Meski demikian, hal ini tidak bagi sekolah-sekolah yang di bawah kewenangan Pemkot Surabaya, yakni TK, SD, dan SMP saja. Melainkan juga SMA/SMK yang memiliki guru, tenaga pendidikan, dan pelajar warga Kota Surabaya.

“Arek Suroboyo (Anak Surabaya) di zaman saya menjadi Wali Kota, jangan sampai ada anak yang tidak bisa membayar sekolah. Jangan sampai ada anak Surabaya ketika masuk ke sekolah, dia merasa malu karena tidak mampu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, bahwa penyaluran bantuan dari Pemkot Surabaya dan PGRI Kota Surabaya dari hasil Konser Amal tahun 2021 lalu, sempat mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan karena pendataan dan hasil pendataan yang dilakukan, salah satunya adalah pemesanan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima.

“Contoh penerima kaki palsu yang kita salurkan hari ini, harus dipesankan dari Jakarta dan membutuhkan waktu lebih lama. Kemudian, pendataan dan kunjungan kepada rumah calon penerima, harus kita pastikan sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Yusuf.

Melalui bantuan ini, ia berharap para guru dan tenaga pendidik bisa mempermudah aktivitas keseharian mereka dalam proses belajar mengajar. Sebab, pihaknya juga terus berupaya untuk memberikan perhatian serta meringankan beban para komponen di lingkungan pendidikan.

“Kami akan saling bersinergi dengan Perangkat Daerah (PD) dan seluruh stakeholder yang ada di Kota Surabaya. Semoga secara perlahan bisa meringankan beban dari para guru dan tenaga pendidik,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Kepala PGRI Kota Surabaya Agnes Warsiati menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak dua tahun lalu, membuat para guru dan tenaga pendidik mengalami banyak kesulitan. Oleh karena itu, ia bersama jajarannya dan Kepala Sekolah terus melakukan pendataan.

“Hasilnya ada 118 guru dan tenaga pendidik prioritas, yang bisa kita berikan bantuan. Mulai dari bantuan uang tunai mulai Rp1,5 juta dan bantuan alat bantu beraktivitas dalam proses belajar mengajar, salah satunya adalah kaki palsu,” jelas Agnes.

Ditemui di lokasi yang sama, Guru SMP Negeri 12, Farid Ma’ruf penerima bantuan kaki palsu sangat terharu dengan bantuan yang diberikan. Sambil menyeka air mata, ia tak menyangka bahwa Pemkot Surabaya terus berupaya memberikan perhatian kepada para guru dan tenaga pendidik di Kota Pahlawan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini