BERAGAM kkeuntungan yang kamu miliki jika menjadi mahasiswa berprestasi. Umumnya, mahasiswa berprestasi lebih mudah mendapatkan beasiswa, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, hingga mendapatkan pekerjaan. Menggiurkan, bukan? Nah, kalau kamu mau menjadi mahasiswa berprestasi kamu harus membangun mental mahasiswa berprestasi terlebih dahulu.
Mungkin kamu ingin sekali menjadi mahasiswa berprestasi dengan IPK sempurna. Kamu sering belajar hingga larut malam sampai mengabaikan tubuh kamu yang sering lesu di siang hari akibat kurang tidur. Atau mungkin kamu terlalu banyak menghabiskan waktu melakukan kegiatan ekstrakurikuler sampai mengabaikan tugas kuliah. Akibatnya aspek akademik kamu justru mengkhawatirkan.
(Baca juga: Calon Mahasiswa Catat! Ini Cara Pilih Jurusan Kuliah Supaya Tidak Salah Ambil)
Menjadi mahasiswa berprestasi tidak hanya harus berprestasi secara akademik, melainkan juga non-akademik. Menjadi mahasiswa berprestasi juga bukan berarti kamu harus menomorduakan kesehatan. Bersama aku, Restu, blog writer Satu Persen, di artikel ini kita akan membahas pola pikir sehat yang harus kamu tanamkan di pikiranmu untuk membangun mental mahasiswa berprestasi.
All nighter adalah kebiasaan buruk
All nighter merupakan istilah untuk kegiatan begadang di malam hari, biasanya tanpa tidur, dengan tujuan mengerjakan tugas atau belajar mempersiapkan ujian esok hari. Ini adalah kebiasaan buruk. Tubuh kamu perlu beristirahat sehingga kamu harus memiliki tidur yang cukup supaya kesehatan fisik dan mental kamu terjaga.
Apabila kamu memiliki kebiasaan menunda mengerjakan tugas dengan dalih waktu pengumpulan tugas masih lama? Atau mungkin kamu masih sering belajar larut di malam hari menjelang ujian esok hari. Akan lebih baik jika kamu mencicil tugas yang harus kamu kumpulkan jauh-jauh hari. Kamu juga bisa belajar sedikit demi sedikit jauh-jauh hari sebelum ujian. Dengan begitu, kamu tidak harus begadang sepanjang malam tanpa istirahat yang cukup.
Harus lulus kuliah dalam waktu 4 tahun
Meskipun kuliah S1 umumnya menghabiskan waktu empat tahun, bukan berarti kamu harus lulus setelah empat tahun kuliah. Mungkin kamu sering menghadapi masalah berkaitan dengan kesehatan fisik atau mental yang mengganggu aspek akademik. Tidak ada salahnya jika kamu memutuskan mengambil cuti untuk memulihkan kondisimu.
Kalau lelah, istirahat
Untuk membangun mental mahasiswa berprestasi, kamu harus memiliki mindset bahwa beristirahat sejenak itu tidak apa-apa. Jangan merasa bersalah jika kamu tertidur saat belajar karena pada kenyataannya tubuh kamu memang sedang lelah dan butuh istirahat.
Aturlah waktu kamu dengan baik. Buatlah jadwal kapan kamu harus belajar, kapan kamu harus berorganisasi, kapan kamu harus menghabiskan waktu sendiri, termasuk kapan kamu harus istirahat.
Makan makanan sehat supaya pikiran sehat
Makanan mempengaruhi kondisi kognitif, emosi, hingga suasana hati. Oleh karena itu, makanan yang sehat turut berkontribusi menciptakan pikiran yang sehat. Maka dari itu, pastikan tubuh kamu mendapatkan asupan nutrisi lengkap dan seimbang. Jangan terlalu sering mengonsumsi makanan instan.
Kalau ada masalah, bicarakan baik-baik
Dalam hidup memang ada saja masalah yang datang silih berganti. Mungkin kamu sedang merasa kesal dengan teman di organisasi sehingga kamu tidak bisa fokus saat mengikuti pembelajaran di kelas. Atau mungkin kamu sedang bermasalah dengan anggota keluarga sehingga kamu tidak bersemangat datang ke kampus. Selesaikan masalah dengan baik. Bicaralah dengan mereka dan mencari jalan keluar untuk masalah yang kalian hadapi.