Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dosen Unair Ciptakan Teknologi Inkubator Buatan Penetasan Penyu

Neneng Zubaidah , Jurnalis-Jum'at, 25 Maret 2022 |16:12 WIB
Dosen Unair Ciptakan Teknologi Inkubator Buatan Penetasan Penyu
Dosen Unair, Aditya (foto: tangkapan layar)
A
A
A

JAKARTA - Permasalahan konservasi penyu di Indonesia kerap kali terjadi, mulai dari penjualan illegal telur penyu, tingkat penetasan yang rendah, hingga penyakit. Tingkat penetasan yang rendah serta terserangnya penyakit diindikasikan oleh media penetasan yang kurang terkontrol dan steril.

Dosen FKH Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga ( Unair ), Aditya Yudhana menciptakan teknologi inkubator penetasan penyu yaitu Intan Box (inkubator buatan) sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi.

BACA JUGA:Dosen UMMI dan UMJ Kolaborasi Kembangkan Model Pembelajaran Konstruktif 

Aditya mengatakan, latar belakang adanya teknologi itu dari permasalahan program konservasi penyu secara umum yang masih menggunakan sarang secara alami dan semi alami. Sarang alami yang murni seleksi alam kerap terjadi permasalahan meliputi pasang air laut, predator alami di pantai, dan pengambilan atau perdagangan ilegal dari telur penyu tersebut.

“Sedangkan semi alami ini lebih proteksi, namun semi alami harus ada yang mengelola. Termasuk ketika pergantian pasir yang rutin dilakukan, kalau tidak diganti pasirnya maka akan rawan kontaminasi utamanya bakteri dan jamur. Pergantian pasir memerlukan tenaga dan biaya yang mahal karena kita butuh sarang luas untuk telur penyu,” katanya melansir laman resmi Unair, Jumat (25/3/2022).

BACA JUGA:BPOM Tindak Kopi Mengandung Parasetamol dan Sildenafil, Dosen Farmasi UNS Beri Pujian 

Intan Box, ungkap Aditya, berasal dari kata inkubator (in) buatan (tan) box. Penggunaan kata box tersebut dikarenakan bentuknya yang kotak seperti box. Prinsip teknologi tersebut yaitu mengatur dan menjaga suhu serta kelembaban box sesuai dengan yang diinginkan menggunakan panel control otomatis.

“Sehingga apabila kita tahu suhu optimumnya dan sudah kita setting itu juga akan efisien kalau kita ingin menetaskan rasio tukik jantan dan betina yang seimbang. Karena suhu mempengaruhi jenis kelamin yang dihasilkan oleh reptil,” jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement