Share

Jadi Lulusan Terbaik UMM, Ini Kisah Inspiratif Mahasiswa asal Afrika Barat

M Purwadi (Koran Sindo), Koran SI · Kamis 17 Maret 2022 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 65 2563086 jadi-lulusan-terbaik-umm-ini-kisah-inspiratif-mahasiswa-asal-afrika-barat-K5N2OviIuh.jpg Mahasiswa UMM asal Afrika Barat (Foto: Humas UMM)

JAKARTA – Alhajie Musa Kamara, mahasiswa Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) asal Afrika Barat ini patut berbangga. Dia berhasil dikukuhkan menjadi wisudawan terbaik dengan prestasi terbaik di wisuda periode pertama, Kamis (17/3).

Mahasiswa Prodi Magister Manajemen ini tak cepat menyerah dengan banyak perbedaan yang ditemukan di Indonesia. Mus, sapaan akrabnya menceritakan menempuh pendidikan di Indonesia tidaklah mudah. Budaya serta bahasa yang berbeda membuatnya sulit memahami materi serta bersosialisasi dengan orang lain. Apalagi kepergiannya ke Indonesia ini merupakan kesempatan pertamanya untuk ke luar negeri.

Beruntung, sebelum masa perkuliahan dimulai, dirinya diajari bahasa dan budaya Indonesia di lembaga Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang ada di Kampus Putih . Pembelajaran tersebut berlangsung selama satu tahun. Hal unik yang dia temukan di BIPA adalah cara pembelajarannya yang sangat lucu.

Baca juga: Mahasiswa UMM Olah Limbah Jagung Jadi Minuman Segar

"Kami diajari seperti anak kecil yang baru belajar berbicara. Meskipun lucu, cara pengajaran seperti itu yang membuat kami lancar berbahasa Indonesia,” ungkap mahasiswa asal Sierra Leone, Afrika Barat tersebut, dalam keterangan pers, Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Mahasiswa Sulap Limbah Kardus Jadi Dekorasi Interior yang Elegan

Tak hanya terkendala di bahasa, pandemi Covid-19 yang menerpa dunia termasuk Indonesia juga membuat masyarakat harus cepat beradaptasi dengan teknologi di segala bidang. Begitu pun juga yang dialami oleh Musa. Ia mengaku tidak terlalu paham dengan penggunaan-penggunaan aplikasi untuk pembelajaran yang diterapkan oleh kampus.

Namun berkat bantuan teman-teman dan dosen, ia dapat melakukannya dengan baik. “Meskipun berat, para dosen di selalu sigap memberi kami dorongan untuk belajar. Hal itulah yang memotivasi saya untuk belajar dengan giat. Selain itu, teman-teman jurusan juga dengan senang hati membantu saya ketika kesulitan memahami sebuah materi,” kata Musa.

Ada beberapa kebijakan yang membuat Musa takjub selama menjalani perkuliahan di UMM. Akses terhadap jurnal dan buku sangat gampang. Bahkan perpustakaan kampus tetap menerima mahasiswa di masa pandemi, meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Akses terhadap informasi juga sangat mudah didapatkan melalui website maupun dengan menghubungi dosen secara langsung. Hal tersebut, kata dia, sangat berbeda saat dirinya menempuh kuliah strata satu di Afrika. Di sana akses internet sangat minim bahkan terbatas hanya dari jam 10 pagi sampai 3 sore. bahkan, tempat untuk mendapat internet gratis juga hanya di perpustakan.

"Di luar perpustakaan kami harus mengeluarkan biaya lebih untuk dapat mengakses internet. Namun semangat saya dan teman-teman saat kuliah S1 dulu di negara kami masih sangat membara. Hal itu yang akhirnya membawa saya ke Indonesia, tepatnya UMM. Kampus ini sungguh memberikan banyak kemudahan dan fasilitas yang mumpuni,” jelas Musa.

Musa mengatakan bahwa UMM telah memberinya banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama masa perkuliahannya. “Saya adalah orang yang beruntung karena memiliki teman-teman yang baik serta dosen yang selalu membimbing saya. Hal itu pula lah yang akhirnya membuat saya bisa mendapatkan nilai tertinggi untuk studi S2 ini,” ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini