PERBEDAAN integrasi nasional secara politis dan antropologis. Perlu diketahui, integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan yang ada pada suatu Negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.
Integrasi sendiri berasal dari bahasa Inggris “Integrate” yang artinya menyatupadukan, menggabungkan, mempersatukan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, integrasi artinya pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.
Baca Juga: Daftar Negara-Negara dengan Jumlah Penduduk Sedikit, Ada yang Cuma Ratusan Orang
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki masyarakat beragam baik suku, bangsa, ras, agama dan budayanya. Bangsa Indonesia menyadari dan menghormati perbedaan tersebut dan dipersatukan dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.
Tahukah kamu jika integrasi nasional dibedakan secara politis dan antropologis. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini:
Menurut buku Serba-Serbi Wawasan Kebangsaan dalam Konteks: Demokrasi, Kewarganegaraan, hingga Integrasi Sosial, perbedaan integrasi secara politis dan antropologis bisa dikatakan sangat hampir tidak ada. Pasalnya, secara garis besar keduanya memiliki kesamaan karena sama-sama bertujuan untuk menyatukan perbedaan.
Integrasi Nasional secara Politis
Menurut KBBI, integrasi nasional secara politis berarti penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional. Di Indonesia, proses penyatuan nasional dilakukan melalui kepemimpinan atas dasar pilihan rakyat.
Baca Juga: Mengenal Trias Politica, Pembagian Kekuasaan Menurut Montesquieu
Integrasi nasional yang dilakukan secara politis menjadi hal yang penting karena berfungsi untuk menjaga keutuhan NKRI dari ancaman eksternal. Oleh sebab itu, integrasi nasional ini dilindungi oleh hukum serta pihak berwenang yang bertanggung jawab untuk menjaga kesatuan NKRI.
Integrasi Nasional secara Antropologis
Integrasi nasional secara antropologis menurut KBBI dapat diartikan sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.
Pendekatan secara antropologis ini cukup sulit dilakukan di Indonesia. Sebab seperti diketahui, Indonesia memiliki kebudayaan masyarakat yang sangat beragam.
Dengan dua penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup menjadi letak perbedaan antara integrasi nasional secara politis dan secara antropologis.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, integrasi nasional secara politis, proses penyatuannya dilakukan dengan menyeluruh. Untuk integrasi nasional secara antropologis, pendekatannya hanya melalui faktor budaya sehingga ruang lingkupnya terbatas dan sulit menyebar luas ke daerah dengan budaya lainnya.
Demikian memahami perbedaan integrasi nasional secara politis dan antropologis. Semoga bermanfaat!
(Arief Setyadi )
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik