Share

Bersama Ridwan Kamil, Rektor IPB University Lepas Kopi Cikajang untuk Ekspor ke 8 Negara

Tim Okezone, Okezone · Rabu 02 Maret 2022 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 65 2555451 bersama-ridwan-kamil-rektor-ipb-university-lepas-kopi-cikajang-untuk-ekspor-ke-8-negara-qImOYtVCA0.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Rektor IPB University Arif Satria melepas kopi Cikajang untuk diekspor ke luar negeri (Foto: Dok IPB University)

BOGOR - Rektor IPB University, Arif Satria dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyaksikan pelepasan Kopi Cikajang, pada Rabu (2/3/2022). Kopi tersebut akan diekspor ke 8 negara yaitu Rusia, Singapura, Taiwan, Belanda, Saudi Arabia, Jerman, Perancis, dan Inggris.

Pelepasan Kopi Cikajang dilaksanakan di Kantor Koperasi Produsen Sari Buah Kopi Kampung Mekar Sari Baru, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar).

Baca Juga:  IPB University Ternyata Miliki Jurusan yang Sangat Langka, Apa Saja?

Arif mengatakan, keberhasilan pengembangan Kopi Cikajang merupakan buah dari hasil kerjasama antara program One Village One CEO (OVOC) IPB University dengan Petani Milenial Jawa Barat (Jabar) dan PT Astra International Tbk.

“Program kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas produk pertanian di Garut. Kopi ekspor hasil program OVOC dan Petani Milenial merupakan kolaborasi antara Pemprov Jabar, IPB University dan PT Astra. Kerjasama ini telah mendampingi 53 desa di Jabar dengan berbagai komoditi, salah satunya kopi,” katanya melalui keterangan tertulis.

Ditambahkan Arif, alumni dan mahasiswa tingkat akhir IPB University sebagai CEO Muda di desa melakukan pendampingan pendalaman teknologi dan meningkatkan kapasitas petani. Selain itu, mereka juga memperkenalkan teknologi tepat guna, yakni program Microlot Project 90 Plus untuk meningkatkan kualitas kopi.

Baca Juga:  Buka Peluang Pertukaran Pelajar, Dubes Bosnia dan Herzegovina Kunjungi IPB

Hingga kini, Kopi Garut hasil binaan IPB University dan PT Astra berhasil menjadi Juara Tiga Kontes Kopi Spesialti Indonesia untuk kategori Arabica Natural.

“InsyaAllah bersama Astra dengan program One Village One CEO sekarang sudah semakin bergeser menjadi One Village One Exporter. Satu desa satu produk ekspor. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk terus berusaha meningkatkan kualitas inovasi," tuturnya.

"Kedekatan IPB University dengan masyarakat ini akan memberikan input bagi para mahasiswa dan juga para dosen untuk melakukan kegiatan riset hasil inovasi-inovasi yang memiliki daya transformasi, memiliki daya ubah luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” imbuhnya.

Sementara Ridwan Kamil mengatakan, Indonesia mesti berjaya dan menaklukkan dunia melalui ekspor kopi. Menurutnya, perlu kerjasama dari semua pihak terutama dari sektor pendidikan yakni IPB university.

Kang Emil, sapaan akrabnya, mengapresiasi upaya IPB University untuk menguatkan ekonomi pangan dan ekonomi digital. Dukungan alumni IPB University sangat diharapkan mendongkrak perekonomian desa di Jawa Barat.

“Saya titip petani milenial terutama dengan One Village One CEO dapat membangun desanya sesuai keahliannya,” ujar Ridwan Kamil.

Ia berharap melalui program ini anak-anak muda dapat kembali ke desa dan fokus pada kedaulatan pangan berbasis teknologi dan kolaborasi. Konsep ini, kata Kang Emil, patut disebarluaskan melalui IPB University.

Upaya ini juga mendapat apresiasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM). Melalui Staf Ahli Menteri Koperasi bidang Hubungan Antar Lembaga, Luhur Pradjarto, Kementerian Koperasi dan UKM sangat mengapresiasi momen ekspor kopi di Desa Mekarsari ini.

“Kunci bagi perekonomian adalah bagaimana membina dan membimbing para pelaku usaha untuk bisa melakukan ekspor. Di samping itu, aktivitas ekspor dapat membantu para pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan serta menghasilkan devisa untuk mengurangi defisit transaksi negara ini,” kata Luhur.

Menurutnya, kopi sebagai komoditas potensial bagi para petani, dapat didorong melalui upaya peningkatan daya saing. Yakni dengan program pembinaan dan pendanaan.

Luhur mengapresiasi IPB University yang telah memberikan pendampingan kepada para petani milenial untuk dapat menjaga kualitas dan kuantitas serta akses terhadap pasar melalui kolaborasi pentahelix.

Sementara itu, Ketua Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Cikajang, Juanda menceritakan, program pembinaan di desanya sudah berjalan selama tiga tahun. Selama pendampingan, petani mampu memproduksi kopi kualitas ekspor.

“Kesuksesan ini ditandai dengan perjanjian kerjasama pembelian kopi dengan PT Bafain Harindra Indonesia sebanyak satu kontainer Kopi Arabika dan satu kontainer Kopi Robusta. Jumlahnya setara dengan 500 kilogram kopi senilai empat miliar rupiah, selama enam bulan ke depan. Kami berharap hal ini dapat menjadikan Kopi Garut berdaulat dan dapat mendukung program Jabar Juara,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, juga ada penandatanganan Prasasti Gapura Desa Sejahtera Astra BUMdesma Cikajang dan Prasasti Tugu Kopi Cikajang.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini