"Kedekatan IPB University dengan masyarakat ini akan memberikan input bagi para mahasiswa dan juga para dosen untuk melakukan kegiatan riset hasil inovasi-inovasi yang memiliki daya transformasi, memiliki daya ubah luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” imbuhnya.
Sementara Ridwan Kamil mengatakan, Indonesia mesti berjaya dan menaklukkan dunia melalui ekspor kopi. Menurutnya, perlu kerjasama dari semua pihak terutama dari sektor pendidikan yakni IPB university.
Kang Emil, sapaan akrabnya, mengapresiasi upaya IPB University untuk menguatkan ekonomi pangan dan ekonomi digital. Dukungan alumni IPB University sangat diharapkan mendongkrak perekonomian desa di Jawa Barat.
“Saya titip petani milenial terutama dengan One Village One CEO dapat membangun desanya sesuai keahliannya,” ujar Ridwan Kamil.
Ia berharap melalui program ini anak-anak muda dapat kembali ke desa dan fokus pada kedaulatan pangan berbasis teknologi dan kolaborasi. Konsep ini, kata Kang Emil, patut disebarluaskan melalui IPB University.
Upaya ini juga mendapat apresiasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM). Melalui Staf Ahli Menteri Koperasi bidang Hubungan Antar Lembaga, Luhur Pradjarto, Kementerian Koperasi dan UKM sangat mengapresiasi momen ekspor kopi di Desa Mekarsari ini.
“Kunci bagi perekonomian adalah bagaimana membina dan membimbing para pelaku usaha untuk bisa melakukan ekspor. Di samping itu, aktivitas ekspor dapat membantu para pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan serta menghasilkan devisa untuk mengurangi defisit transaksi negara ini,” kata Luhur.