JAKARTA - Penamaan kampus perguruan tinggi di Indonesia banyak yang mengambil nama para tokoh, tak terkecuali tokoh-tokoh kerajaan masa lampau. Berikut di antara kampus yang menggunakan nama tokoh kerajaan.
• Universitas Udayana
Universitas Udayana terletak di Badung, Bali. Nama “Udayana” diambil dari nama raja atau penguasa Bali yang berasal dari Wangsa Warmadewa, pendiri Kerajaan Bedulu. Kerajaan Bedulu adalah kerajaan kuno yang berada di Bali dari abad ke-8 hingga abad ke-14 dan memiliki pusat kerajaan di sekitar Pejeng atau Bedulu.
Raja Udayana memiliki nama lengkap Sang Ratu Maruhani Sri Dharmodayana Warmadewa dan merupakan ayah dari Raja Airlangga, pendiri Kerajaan Kahuripan yang kemudian terpecah dua menjadi Kerajaan Janggala dan Kerajaan Kediri.
Di masa kepemimpinannya, Raja Udayana memiliki andil besar dalam memperkenalkan sistem perekonomian maju. Semula menggunakan sistem barter, namun Raja Udayana memperkenalkan sistem uang kartal. Ia didampingi oleh mpu agung bernama Mpu Kuturan mengenalkan masyarakat Hindu Bali pada sistem pura yang dikenal Kahyangan tiga.
• Universitas Airlangga
Berlokasi di Surabaya, Universitas Airlangga awalnya merupakan lembaga pendidikan Nederlands Indische Artsen School (NIAS) dan School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT). Pada tahun 1954, pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden Soekarno meresmikan Universitas Airlangga.
“Airlangga” merupakan salah satu raja pada zaman Kerajaan Kahuripan. Raja bergelar Sri Maharaja Rakai Halu Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa ini merupakan putra Raja Udayana. Pusat kerajaannya terletak dari Pasuruan hingga Madiun.
Dalam masa kepemimpinannya, Airlangga memperluas wilayah kerajaan hingga ke Jawa Tengah bahkan pengaruhnya diakui sampai Bali. Airlangga dianggap sebagai keturunan dewa yang mahatinggi dan kegagahberaniannya tak pernah berakhir.
• Universitas Gadjah Mada
Universitas Gajah Mada terletak di Yogyakarta. Melansir laman resmi kampus tersebut, nama “Gadjah Mada” mengandung semangat serta teladan Mahapatih Gadjah Mada yang mempersatukan Nusantara. Gadjah Mada merupakan seorang panglima perang pada masa Kerajaan Majapahit.
Ia memulai kariernya pada pemberontakan Ra Kuti pada masa pemerintahan Sri Jayanagara yang mengangkatnya sebagai patih. Zaman keemasan Majapahit melekat erat pada masa pemerintahan Hayam Wuruk sebagai raja keempat Majapahit.
Peran Gajah Mada di Kerajaan Majapahit memiliki andil yang besar yaitu memperluas wilayah kerajaan. Sumpah Amukti Palapa yang disumpahkan oleh Gadjah Mada merupakan titik awal kejayaan Majapahit.
• Universitas Siliwangi
Universitas Siliwangi terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat. Nama “Siliwangi” berasal dari nama raja Kerajaan Pajajaran, yakni Prabu Siliwangi. Kerajaan Pajajaran dahulu berpusat di Pakuan (Bogor) yang sering disebut Pasundan. Kerajaan Pajajaran berdiri pada tahun 923 M dan runtuh pada 1597 M setelah diserang oleh Kesultanan Banten.
Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja pada 1428 dinobatkan dua kali untuk mendapatkan takhta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Puncak perkembangan pesat Kerajaan Pajajaran yaitu pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi. Dalam kepemimpinannya, ia mampu memberikan harum pemerintahan Kerajaan Pajajaran dan menjadikan rakyatnya makmur sentosa.
*dilansir dari berbagai sumber
Maria Alexandra Fedho/Litbang MPI
(Widi Agustian)