Nantinya, samakan suara Anda dengan nada piano yang telah disetel atau dituning. Dari situlah suara Anda telah sama sesuai dengan frekuensi yang ada.
Setelah mempelajari tentang frekuensi dasar, selanjutnya Anda juga harus paham apa itu ritme atau irama. Bisa juga diartikan sebagai gerakan berturut-turut secara teratur; turun naik lagu (bunyi dan sebagainya) yang beraturan. Tanpa ritme, mustahil Anda dapat bernyanyi dengan baik.
Jika Anda hendak bernyanyi yang baik, ada beberapa aturan yang harus diperhatikan. Tegakkan punggung, taruh satu kaki sedikit di depan kaki satunya selebar bahu. Busungkan dada Anda dengan tegap. Posisi ini akan membantu Anda mengisi paru-paru sehingga mudah bagi organ tersebut memompanya.
Carilah posisi ternyaman. Apabila punggung Anda kaku maka nyanyian Anda tidak dapat maksimal. Otot-otot yang terlibat dalam pernapasan antara lain; Diafragma, Muskulus interkostal, Otot thoracis transversus dan Otot-otot perut.
Bagaimana cara bernyanyi yang benar tergantung pada otot diafragma. Karena diafragma merupakan otot yang paling penting dikuasai saat Anda ingin bernyanyi. Otot tersebut menghubungkan toraks ke perut dan melekat pada tulang dada, rusuk dan lumba.
Sekarang belajar bernafas, ibaratkan suara Anda bagaikan alat musik tiup. Agar dapat bernyanyi dengan baik, selalu perhatikan kunci dalam lagu yang akan Anda bawakan itu. Terus belatih secara rutin. Tingkatkan teknik serta vokalisasi Anda.Sekarang sudah tahu kan, bagaimana cara bernyanyi yang benar? Selamat mencoba ya.
(Susi Susanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik