Share

Tokoh Pendidikan dari Tanah Sunda, dari KH Sholeh Iskandar hingga Dewi Sartika

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 07 Februari 2022 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 04 65 2542368 tokoh-pendidikan-dari-tanah-sunda-dari-kh-sholeh-iskandar-hingga-dewi-sartika-a61FDudiAQ.jpg Dewi Sartika. (Foto: UNJ)

JAKARTA - Indonesia memiliki cukup banyak tokoh pendidikan yang berasal dari beragam daerah, salah satunya dari Jawa Barat.  Di Jawa Barat terdapat beberapa tokoh yang memiliki rekam jejak yang sangat baik bahkan menyumbangkan jasa yang cukup besar untuk Indonesia.

Berikut beberapa tokoh pendidikan dari tanah Sunda.

• M A Salmun

M A Salmun yang memiliki nama lengkap Mas Ace Salmun Raksadikaria merupakan salah satu sastrawan Sunda. Ia lahir di Bogor pada 23 April 1903. Salmun merupakan seorang tokoh pujangga dan sastrawan yang melahirkan karya-karya sastra berbahasa Sunda.

Karya-karya besarnya antara lain berupa guguritan, wawacan, sajak, roman, narasi pendek, anekdot, bahasan, dan juga pengetahuan bacaan umum serta buku pelajaran. Ia pernah bekerja di penerbitan buku sastra terbesar dari 1948-1951. Berkat Salmun, Bogor menjadi sangat terkenal dalam posisi sastra Sundanya. Nama ia pun diabadikan sebagai Jalan M A Salmun.

• KH Sholeh Iskandar

KH Sholeh Iskandar lahir di Cibungbulang pada 22 Juni 1922. Ia memiliki peran besar dalam kemerdekaan melawan penjajah. Ia merupakan seorang Mayor TNI AD yang aktif menyebarkan dakwah agama Islam.

Di dunia pendidikan, ia merupakan pendiri dari Universitas Ibnu Khaldun pada 23 April 1961. Nama KH Sholeh Iskandar ini diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Bogor.

• Dewi Sartika

Dewi Sartika merupakan salah satu pahlawan nasional yang lahir di Bandung, 4 Desember 1884. Pada masa kemerdekaan ia mendirikan Sakola Istri yang merupakan sekolah perempuan pertama di Hindia Belanda.

Selain mendirikan Sakola Istri, ia juga pelopor gagasan kesamaan rata antara gender perempuan dan laki-laki. Ia dianugerahi gelar Orde van oranje—Nassau pada ulang tahun ke-35 Sekolah Kaoetamaan Isteri. Namanya juga dijadikan sebagai nama jalan.

• KH Abdullah bin Nuh

KH Abdullah bin Nuh merupakan seorang pendakwah yang lahir di Cianjur, Jawa Barat. Saat masih anak-anak, ia tinggal di Mekkah bersama neneknya, Nyi Raden Kalipah Respati. Abdullah bin Nuh pun kembali ke Indonesia dan melanjutkan pendidikannya di Madrasah Al-I’anah Cianjur. Ia melanjutkan pendidikannya lagi di Madrasah Hadramaut School di Jalan Darmo, Surabaya.

Saat muda di usia 13, Abdullah bin Nuh mampu membuat tulisan dan syair dalam bahasa Arab. Gurunya mengajarkan Abdullah berpidato dan kepemimpinan, sehingga ia  pun diberi kepercayaan untuk menjadi guru bantu di madrasah tersebut dan juga dipercayai untuk menjadi redaktur di majalah mingguan berbahasa Arab, Hadramaut. KH Abdullah bin Nuh merupakan pendiri Pesantren Al-Ghozali yang ada di Bogor. Namanya kini diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Bogor.

*dilansir dari berbagai sumber,

Maria Alexandra Fedho/ Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini