Share

Sengketa Lahan Selama 43 Tahun, SMPN 1 Belik Pemalang Ditutup

Suryono Sukarno, iNews · Rabu 26 Januari 2022 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 624 2538204 sengketa-lahan-selama-43-tahun-smpn-1-belik-pemalang-ditutup-0IBg1umXQR.jpg SMPN 1 Belik Pemalang Ditutup (foto: tangkapan layar)

PEMALANG - Jalan masuk dan pintu gerbang SMPN 1 Belik Pemalang, Jawa Tengah ditutup warga lantaran lahan diklaim masih dalam sengketa dengan pemilik lahan, lebih dari 43 tahun. Aktifitas sekolah lumpuh dan kegiatan belajar mengajar tak bisa dilakukan sehingga harus daring.

Jalan masuk SMPN 1 ditutup dengan batu ditanami pohon nanas dan pintu gerbang di gembok, dan di depan gerbang di pasang sepanduk bertuliskan SMPN 1 Belik ditutup sementara, tanah ini masih sengketa selama 43 tahun.

Aktivitas sekolah ini berhenti total karena lahan ditutup dan akses jalan juga di blokir, sebagian guru dan tenaga kependidikan terlihat tetap masuk sekolah, namun menggunakan jalan samping dan tidak ada aktiftias belajar mengajar.

BACA JUGA:Sengketa Lahan, Murid SD Kiara Payung Tangerang Terancam Terlantar 

Lahan tersebut masih menjadi sengketa dengan warga sekitar lokasi sekolah yang bernama Uli. Sengketa ini sudah 43 tahun namun hingga sekarang belum ada titik terang, luas lahan yang disengketakan hampir semua lahan sekolah dan yang ada disampingnya.

Menurut ahli waris yang masih mengklaim pemilik lahan, Uli mengatakan, sekitar tahun 1976 persoalan lahan tidak diselesaikan, pendirian SMPN 1 Belik menggunakan lahan milik keluarganya, dan belum ada banti rugi juga tidak ada itikad baik dari pemerintah untuk menyelesaikan.

"Tidak ada respon dari pemerintah, saya yang memiliki sertifikat dan membayar pajak selama ini hingga juataan rupiah pertahunnya," kata Uli.

Baca juga:  3 Cerita Miris Sekolah yang Ditutup, Disegel Pemilik Lahan!

Karena tak ada penyelesaian, dia kemudian menutup sekolah ini sebagai bentuk protes agar cepat selesai. Lahan ini milik ahli waris dan akan dibagi- bagi sehingga diharapkan bisa selesai segera.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Belik, Teguh mengatakan, pihaknya selama ini sudah menyampaikan apa yang menjadi pokok permasalahan terkait sengketa lahan ini ke dinas terkait, saat ini masih dalam proses negosiasi antara sekolah dan keluarga pemilik lahan.

"Pemilik lahan tidak sabar dan menutup akses jalan masuk dan menggembok pintu gerbang," kata Teguh.

Dampak penutupan, siswa dipulangkan dan belajar secara daring, sedangkan untuk guru dan karyawan yang masuk melalui jalan belakang pemukiman warga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini