Share

7 Inovasi Anak Bangsa untuk Lawan Covid-19, Apa Saja?

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 22 Januari 2022 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 65 2535050 7-inovasi-anak-bangsa-untuk-lawan-covid-19-apa-saja-zuYlRJD69v.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang terjadi membuat banyak pihak berlomba-lomba menciptakan inovasi baru guna memutus rantai transmisi virus ini. Tidak terkecuali dengan Indonesia, yang telah ikut andil menekan laju penyebaran virus dengan inovasi yang diciptakan mereka.

Melansir berbagai sumber, berikut adalah beberapa karya inovasi anak bangsa untuk lawan Covid-19.

• Rapid Test Antigen CePAD

Inovasi yang dikeluarkan oleh Universitas Padjajaran (Unpad) ini memiliki akurasi dan sensitivitas yang cukup memadai untuk mendeteksi virus Covid-19. Tingkat akurasi yang dimiliki oleh Rapid Test Antigen CePAD berada di angka 91,5%, dengan tingkat kesensitifan mencapai 82%. Keduanya telah melampaui rekomendasi WHO terhadap alat tes deteksi Covid, yakni sebesar 80%.

Baca juga: Inovatif! ITS Kembangkan Alat Monitoring Jantung Jarak Jauh


Baca juga: Nilai Rata-Rata Rapor SNMPTN UNJ, Silakan Dicek!

• I-Nose

Dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), I-Nose merupakan alat pendeteksi Covid-19 pertama di dunia yang mampu mendeteksi kehadiran virus Covid melalui bau keringat ketiak (axillary sweat odor).

• GENOSE

Alat pendeteksi Covid-19 ini dikembangkan oleh para peneliti Universitas Gadhjah Mada (UGM). Cara kerjanya adalah memanfaatkan embusan yang kemudian dikombinasikan dengan bantuan artificial intelligence (AI). Alat ini membantu mobilitas masyarakat karena membantu mendeteksi adanya virus Covid-19 lebih dini.

• Rapid Detection Test (RDT) Covid-19

Beberapa universitas bekerja sama untuk membantu mengembangkan alat ini, di antaranya UGM, Unair, Hepatika Mataram, Universitas Mataram, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Unpad. Alat ini bekerja untuk mendeteksi virus Covid-19 dengan meneteskan darah atau serum pada kit.

Hasil tes akan terlihat setelah 5 hingga 10 menit. Alat ini didesain agar lebih peka terhadap orang Indonesia dibandingkan produk impor.

• Robot Medical Assistant ITS-Unair (RAISA)

Perangkat pembantu yang diciptakan lewatkKerja sama antara ITS dan Unair ini bertugas untuk memberikan pelayanan pada pasien Covid-19 yang terisolasi, seperti mengantar makanan, pakaian, hingga obat-obatan.

Generasi baru robot RAISA merupakan hasil kerja sama antara ITS dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), yang memiliki beberapa fitur baru seperti sensor denyut jantung, infus, hingga saturasi oksigen.

• Robot IVANA

Dikembangkan oleh Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), IVANA merupakan robot yang bertugas membantu tenaga rumah sakit untuk memberikan pelayanan bagi pasien Covid-19. Beberapa fiturnya meliputi mensterilkan ruangan, membawa makanan, menyemprotkan disinfektan, mengeringkan lantai, hingga mensterilisasi virus dengan sinar UV.

• Vaksin Merah Putih

Vaksin Covid-19 ini dikembangkan oleh Unair. Bersama vaksin Nusantara yang dikembangkan oleh Terawan Agus Putranto, Mantan Menteri Kesehatan, kedua jenis vaksin ini diharapkan dapat digunakan secara luas pada 2022. (WDI)

Andin Danaryati/Litbang MPI

 

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini